Netizen yang gemar berselancar di dunia maya, tentunya anda pernah bertanya bagaimana cara menjadi penulis terutama penulis yang produktif. Seperti kita ketahui bersama, perkembangan industry menulis akhir – akhir ini dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi yang ingin menambah income (passive income). Percepatan arus informasi mempermudah kita untuk memperoleh informasi apapun hanya dengan melakukan “klik” website tertentu misalnya google. Padahal, jika kita perhatikan, pemberi informasi tersebut belum tentu berasal dari jurnalis, namun dapat juga dibuat oleh blogger pribadi atau sekedar manifestasi demokrasi virtual lainnya.

Tak terbatas pada ruang dan waktu, usia, pendidikan, ataupun profesi tertentu, setiap orang pasti mampu menulis. Jika dahulu pernah poluler budaya menulis buku harian dengan label “dear diary…” saat ini pun masih sangat memungkinkan mengandalkan kemampuan itu, namun media penulisan dapat beragam bentuk. Nah, bagi yang ingin mencoba kemampuan menulis untuk menambah penghasilan, ada 5 cara termudah yang dapat ditempuh :

1. Perbanyak membaca

Disadari ataupun tidak minat baca bagi penduduk Indonesia masih sangat rendah, bahkan pada tahun 2011, UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) merilis data bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya 0,001 persen, yang berarti bahwa dari 1000 orang Indonesia hanya ada 1 yang memiliki minat baca. Sedangkan pada tahun 2009 Indonesia pernah ditempatkan sebagai rangking terakhir berminat baca terendah dari 52 negara di Asia Timur versi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD)  (sumber Wikipedia), cukup memprihatinkan bukan?

Pasalnya, bagi masyarakat Indonesia membaca masih dianggap rutinitas yang membosankan dan bagi yang memiliki hoby membaca ia identik dengan julukan kutu buku, kaku dan tidak memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Kita lebih memilih menonton televisi atau bersenda gurau, bahkan bergosip dalam berbagai kesempatan tanpa memiliki manfaat yang pasti.

Sedangkan bila dibandingkan dengan negara maju, membaca sudah menjadi life syle yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, tak hanya di sekolah-sekolah namun juga di tempat umum. Aktifitas membaca dapat dilakukan oleh kaum tua hingga anak-anak. Membaca merupakan jendela informasi dunia. Dengan hanya berdiam diri di satu tempat, kita dapat mengetahui banyak hal dari seluruh dunia.

Membaca bagi calon penulis sangatlah penting, tak hanya menambah informasi, namun juga menambah imajinasi. Setiap tulisan memiliki gaya dan alur penulisan tersendiri tergantung selera penulisnya. Dari hal itu juga kita dapat memahami apa tujuan dari penulisan dan trend penulisan yang sedang berkembang saat ini.

2. Perbanyak menulis

Sangatlah keliru  jika dikatakan seseorang tak memiliki bakat menulis. Siapapun mampu melakukanya asalkan ada kemauan yang kuat. Bagaimana tidak, jika sejak duduk dibangku Sekolah Dasar pun kita sudah dilatih untuk itu. Terlebih lagi saat ini semakin dimudahkan dengan teknologi, sehingga menulispun tak harus diatas kertas.

Agar semakin lancar dalam menuangkan isi pikiran kedalam bentuk tulisan, kita dapat melakukannya setelah kita membaca sesuatu. Mulailah dengan merangkum, melatih ingatan dan merangkai kalimat. Setelah itu bacalah kembali tulisan kita berulang kali, bila perlu mintalah orang lain ikut membacanya dan mengkritisi kekurangan dari tulisan kita.

Mulailah dari beberapa kalimat, paragraph, hingga alinea. Pada umumnya standar penulisan artikel dimulai dari hitungan 100 hingga 1000 kata. Menulislah dari hal-hal yang kita sukai terlebih dahulu, misalnya motivasi, tips, cerpen, atau apapun, bahkan menulis komentar akan isu sosial pada dinding facebook sekalipun, sedikit melatih kemampuan kita.

3. Perbanyak jaringan

            Jaringan yang ditekankan disini adalah jaringan penulis. Saat ini sudah sangat menjamur di media social, jaringan komunitas penulis di Indonesia. Mulai dari komunitas penulis ibu-ibu rumah tangga, pelajar, buku fiksi, buku anak, bahkan agensi penulis produktif seperti penulispro.NET yang selalu aktif membagikan informasi bahkan kesempatan yang luas bagi siapa saja yang ingin menjadi penulis sesuai dengan kemampuan kita. Bahkan  komunitas penulis yang ada pun sering mengadakan pelatihan menulis. Tak ada salahnya ikut bergabung dengan mereka, tentunya akan diperoleh pengalaman dan relasi yang mungkin mengubah hidup anda dari  aktifitas menulis.

Jika kita aktif mengikuti kegiatan komunitas tersebut, motivasi kita dipastikan akan lebih mudah terbangun, tentunya harus diimbangi dengan action yang konsisten. Masing-masing memiliki metode tersendiri untuk dapat masuk ke industry penulisan. Kita dapat menentukan komunitas mana yang paling menguntungkan untuk kita, bahkan memberikan peluang untuk menambah penghasilan.

4. Go In Action

Setelah memiliki koleksi beberapa tulisan yang dipandang cukup menarik bagi kita, jangan segan ataupun ragu untuk mengirimkan contoh tulisan kita tersebut ke penerbit, surat kabar atau agensi penerbit seperti rei media services. Namun ada baiknya sebelum kita mengirimkan tulisan tersebut terdapat koreksi dari orang lain, dan perlu diperhatikan tentang pemilihan judul yang menarik agar memancing editor untuk membaca. Agar kita kreatif dan memiliki ide brilian untuk judul, kita harus banyak membaca dan ,menambah pergaulan tentunya.

Pada umumnya, penerbit besar akan mengutamakan nama besar dari penulis itu juga. Namun saat ini terdapat beberapa penerbit indie yang tidak mempersyaratkan hal tersebut. Masing-masing memiliki metode sendiri dari menerbitkan tulisan terutama buku. Ada yang mensyaratkan pembayaran percetakan buku, kemudian bagi hasil rooyalti, namun ada juga yang tidak mensyaratkan itu jika memang karya kita dipandang menarik dan marketable. Sedangkan untuk penulisan artikel, umumnya dapat kita jumpai dari website-website tertentu yang melayani itu.

5. Jangan Putus Asa

            Setelah kita melewati  beberapa cara mudah diatas, tentunya langkah selanjutnya adalah menunggu penerbit ataupun agen mana yang bersedia menerbitkan tulisan kita.

Sudah menjadi pemahaman bersama bahwa menulis itu bukan bakat, namun kebiasaan. Ketika mulai menulis lalu mengirimkan ke penerbit, tentunya besar kemungkinan tulisan kita tidak diterima atau dikembalikan. Hal yang perlu dilakukan ketika mengalami itu adalah kembali membaca tulisan kita kemudian kita cerna dimana letak kelemahannya. Semakin banyak kita membuat akan semakin  mengasah kemampuan kita menulis dan menemukan ruh dari apa yang kita tulis. Tentunya menarik untuk kita belum tentu menarik untuk pembaca.

Percayalah pada kemampuan kita. Ketika ide sudah mengalir, pasti kita akan “ketagihan” untuk selalu menulis. Terlebih lagi jika tulisan kita sudah diterima oleh penerbit. Bukan hanya ketenaran yang kita peroleh, namun uang pun akan mengalir ke rekening kita setiap saat.

Bagaimana? Mudah bukan menjadi penulis? Siapapun, dimanapun  berada dapat melakukannya. Agar kita yakin dengan 5 cara diatas, tak ada salahnya untuk mencoba. Cepat atau lambat anda akan menemukan sensasi dalam menulis setelah mengetahui bagaimana cara menjadi penulis. Selamat mencoba!