Pertanyaan Utama

Bagaimana cara mengirimkan naskah ke penerbit? Pertanyaan ini pasti banyak diutarakan oleh para penulis pemula atau mereka yang ingin karyanya diterbitkan di penerbitan.

Nah, sebelum membahas tentang bagaimana cara mengirimkan naskah ke penerbit, pertama-tama ada beberapa hal yang harus kamu siapkan dahulu

  1. Naskah utuh
  2. Waktu
  3. Mental

Naskah Utuh

Sebelum memutuskan untuk mengirimkan naskah ke penerbit, tentu saja naskahnya harus sudah ada. Jadi, jangan hanya bawa badan saat menyambangi penerbit. Siapkan naskahmu yang sudah utuh alias sudah jadi. Jika itu naskah fiksi, ceritanya memiliki awal, tengah dan akhir. Terserah mau endingnya menggantung atau tamat atau sekuel. Tapi untuk satu naskah tersebut, pokoknya ceritanya haruslah sudah jadi.

Waktu 

Kamu harus menyiapkan waktu khusus untuk mengunjungi sebuah penerbit, itu sudah pasti. Tapi yang harus dipastikan lagi adalah kamu punya stok waktu untuk menunggu. Jangan berharap hari ini naskahmu masuk ke meja editor lalu besoknya sudah langsung dapat kabar naskahnya lolos untuk diterbitkan atau tidak.

Selain harus oke dari segi EYD, banyak hal yang harus disigi oleh editor sebelum memutuskan naskah tersebut laik terbit atau tidak. Dan disini tak hanya editor saja yang berperan. Tak hanya satu tim yang akan merapatkan naskah tersebut. Ya, bukan hanya editor dan timnya saja yang ada di sana, melainkan tim pemasaran juga ada di sana.

Mental

Oleh sebab itu, kamu harus menyiapkan mentalmu. Siap untuk terkenal karena naskahmu terbit dan laris diterima pasar. Atau malah naskah tersebut harus direvisi lagi sehingga laik terbit. Atau malah lebih parahnya, naskahmu ditolak!

Oleh sebab itu, nasihat seorang teman yang sudah malang melintang di dunia penulisan berikut patut kamu simak. Tulis naskah yang bagus, kirimkan ke penerbit, lupakan dan tulis lagi naskah-naskah berikutnya!

Jadi kamu tak jadi stress hanya berharap pada terbitnya satu naskah saja.

 

Cara Mengirimkan naskah ke Penerbit

Indonesia terdiri dari ribuan pulau. Siapa tahu kamu ternyata berdomisili jauh dari pulau Jawa yang notabene merupakan markas para penerbit. Tak usah cemas. Kamu bisa  mengirimkan naskah via email.

Namun sebaiknya naskah tersebut dikirim dalam format PDF dan jika tebal sebaiknya dimampatkan dulu dalam bentuk ZIP atau winrar.

Keamanan Naskah

Amankah mengirimkan naskah ke penerbit via email? Tentu, jika kamu mengirimkannya ke alamat email yang benar. Jadi, sebelum mengirimkan naskahmu, cek dahulu alamat email sahih dari penerbit tujuanmu. Kamu bisa  mendapatkannya dengan bertanya langsung via telepon atau mencari di website milik penerbit pilihanmu.

Jika masih ragu, sebaiknya saat mengirim naskah tersebut, kamu CC ke alamat email keduamu. Sebagai tanda  bahwa kamu pernah mengirimkan naskah ke penerbit tersebut via email.

Format Naskah

Sebelum mengirimkan naskah, sebaiknya kamu harus tahu format naskah seperti apa yang diminta oleh penerbit tersebut. Setiap penerbit memiliki kebijakan dan aturan yang berbeda dalam bekerja.Bahkan hingga urusan yang detil seperti ukuran Font, jarak spasi, dan margin.

Jadi, tak ada salahnya banyak cari info dulu sebelum mengirimkan naskahmu ke penerbit.

Royalty atau Honor

Termasuk info mengenai cara pembayaran royalty atau honor. Bahkan sekarang keterbukaan dan profesionalitas juga dituntut dari sebuah penerbit. Salah satunya ialah tentang laporan jumlah royalty setiap enam bulannya. Dimana, ada juga beberapa penerbit yang tidak transparan mengenai hal ini dan hanya memberikan royalty sekali dua kali setelah itu menghilang tanpa penjelasan.

Berjejaring

Info-info seperti ini, bisa  kamu dapatkan dengan bertnya pada para penulis yang sudah menerbitkan buku. Oleh karena itu berjejaring juga perlu. Kamu tak harus silaturahmi dengan ketemuan langsung alias sowan ke rumah si penulis pro yang ternyata berada di lain pulau. Tapi bisa dengan menyapanya di medsos atau inboks jika sudah saling kenal.

Demikianlah beberapa tips dari saya tentang cara mengirimkan naskah ke penerbit. Dan kiat diatas hanyalah sebagian kecil dari banyak kiat lainnya. Jadi, jangan takut untuk banyak bertanya  dan banyaklah belajar. Semoga sukses! ^__^