Saat seorang manusia meninggal dunia, semua hal yang ada di dunia akan ditinggalkannya. Istri cantik, anak-anak yang lucu, mobil mewah, rumah mewah, semuanya itu ditinggalkan karena memang tak bersedia mengikutinya masuk ke alam kubur. Tinggallah dirinya seorang diri yang hanya diselimuti kain kafan putih.

Saat manusia mati, terputuslah semua amalnya, kecuali tiga hal, yaitu sodaqoh jariyah, ilmu bermanfaat (ilmu agama yang diajarkan kepada orang lain), dan anak sholeh yang selalu mendoakan orangtua. Sesaat setelah tujuh langkah para keluarga dan yang lainnya yang ikut mengantar si mayat ke kuburan pergi meninggalkan kuburan, datanglah saat itu juga malaikat yang menginterogasi si mayat dengan beberapa pertanyaan.

Alam Kubur

Alam kubur disebut sebagai akhirat tahap pertama atau akhirat kecil yang pasti akan dihadapi semua orang setelah mati. Di alam kubur ini lah akan terkuak apakah seseorang nanti akan ke surga atau masuk neraka. Nabi Muhammad bersabda yang maknanya bila di alam kubur disiksa, nanti hamba tersebut akan disiksa lebih berat lagi di neraka.

Di alam kubur, seseorang itu bergantung pada amalnya selama hidup di dunia. Jika amalnya bagus sesuai Al-Quran dan hadist, hatinya juga diniatkan hanya karena Allah, malaikat pun akan berkata di alam kubur, “Nam solihan” (tidurlah yang nyenyak). Kemudian, si mayat ini pun disinari cahaya dari surga sampai terlelap tidur nikmat hingga hari kiamat datang. Karena nikmatnya tidur, ia seolah-olah tidur hanya satu hari, bahkan hanya setengah hari.

Sebaliknya, jika amalnya tak sesuai Al-Quran dan hadist, malaikat akan langsung memukul dan menyiksa si mayat hingga badan beserta tulangnya hancur. Si mayat ini disiksa terus tiada henti sampai datangnya hari kiamat.

Siksa Kubur Akibat Percikan Air Kencing

Salah satu sebab seorang hamba disiksa di alam kubur adalah karena tak bisa menjaga kesucian atau tak bersih dari najis karena percikan air kencing. Rasulullah mengatakan dalam sebuah sabdanya bahwa sebagian besar siksa kubur adalah berasal dari air kencing. Nah, jika ingin selamat dari siksa kubur akibat percikan air kencing, kita harus tahu tentang ilmu bersuci dari najis.

Pengertian Najis

Secara sedehana, najis adalah segala hal yang dianggap kotor oleh agama. Jadi, jika terkena najis, kita tidak boleh shalat. Jika makanan terkena najis, tidak halal dimakan. Jika air terkena najis, tidak boleh digunakan bersuci atau wudhu.

Selain air kencing, yang termasuk kategori najis lainnya adalah kotoran manusia, darah haid, babi, bangkai, anjing, dan lain-lain. Di artikel ini, penulis hanya membahas tentang najis akibat air kencing.

Dalam Kehidupan Sehari-hari

Ironi sekali bahwa secara kasat mata dan fakta, kebanyakan orang Islam di Indonesia tak mengerti najis. Hal ini sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Saat buang air kecil, banyak yang tidak melepas celana panjangnya. Bahkan, mereka tak mengerti sama sekali ketika air kencing yang dikeluarkan memantul ke celana, ke tangan, dan kaki, tanpa dibersihkan secara benar menurut agama.

Hal tersebut semakin diperparah dengan konstruksi kamar mandi yang jauh dari Islami. Sebagian besar toilet hanya memiliki bak mandi ukuran kecil dengan volume air tidak sampai dua kola (satu kila sekitar 105 liter dan dua kola sekitar 210 liter). Bila bak mandi tersebut tak ada dua kola, saat ada najis percikan air kencing yang masuk ke dalam bak tersebut, seluruh air dalam bak tersebut tentu manjadi air najis.

Bagaimana Solusinya?

Solusinya sangat mudah, yaitu buatlah kamar mandi dengan bak mandi besar yang volumenya melebihi dua kola (210 liter). Insya Allah semuanya menjadi beres. Jika ada najis sedikit seperti percikan air kencing yang mengenai tangan, kita cukup mencelupkan tangan ke dalam bak mandi yang besar tersebut, maka najis menjadi hilang dan air di bak tersebut tetap suci hukumnya. Lalu, bila ada percikan najis masuk ke dalam bak besar tersebut, air bak tetap suci. Mudah, bukan?

Ingat baik-baik, sebagai seorang muslim, ikutilah cara Islami dalam membuat toilet. Jangan sampai meniru toilet seperti di mal atau hotel yang mengadopsi gaya orang kafir. Bahkan, ada toilet yang tak memakai air, tetapi hanya tisu. Sungguh jauh dari ajaran Islam.

Marilah kita kembali ke ajaran Islam yang murni, yaitu Al-Quran dan hadist, sehingga kelak terhindar dari bahaya siksa kubur.