Bagi para wanita yang telah bermetamorfosa menjadi seorang ibu, pastinya harus ekstra sabar dalam mendidik anak. Karena pada kenyatannya, tidak semua anak patuh terhadap nasihat kedua orangtuanya.

Tak jarang, ada sebagian ibu yang justru mengalami stress atau depresi karena tak kuat mendidik anak yang susah diatur. Lalu, bagaimana cara menangani hal seperti ini? Yuk, simak kiat mudah membuat anak patuh terhadap orang tua.

Kiat Mendidik Anak yang Susah Diatur

ibu dan anak
Ibu dan anak | Foto : knoxvilledentist.co

Bagi para ibu muda, pasti mengalami beberapa hambatan saat mendidik anak. Salah satunya adalah saat sang anak susah diatur. Salah satu kunci utama mendidik anak adalah sabar. Iya, perlu kesabaran yang ekstra agar anak patuh terhadap perintah atau nasihat orang tua.

Kalaupun suatu waktu sang anak susah diatur, atau malah memberontak saat diberi nasihat, tak perlu emosi. Karena emosi tak akan menyelesaikan masalah, tapi justru memperkeruh keadaan.

Lalu, bagaimana cara mendidik anak yang susah diatur? Ini dia caranya!

1. Tenang Tapi Tegas

Saling Menyayangi
Saling Menyayangi | Foto : volkelimageblog.com

Karakter setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itulah, cara mendidik setiap anak pun berbeda. Tidak semua anak mengerti aturan atau batasan yang diberiikan oleh orang tua.

Dalam hal ini, ibu harus bisa menentukan langkah apa yang bagus untuk mendidik anak agar patuh. Salah satu kunci membuat anak patuh adalah memberitahu aturan atau batasan tersebut dengan suara yang tenang namun tegas.

Suara yang tenang dan tegas, akan membuat anak lebih mudah memahami aturan atau batasan yang diberikan. Hal ini berbanding terbalik, jika ibu memberikan aturan atau batasan dengan nada suara yang tinggi.

Suara yang tinggi, identik dengan membentak dan terdengar kasar. Tak heran, jika sang anak cenderung akan menolak atau bahkan sengaja melanggar aturan itu.

2. Rasa Hormat

Kebersamaan
Kebersamaan | Foto : today.com

Seperti yang kita tahu, anak merupakan tipe yang mudah menyerap hal-hal yang dilihat dan didengarnya. Oleh karena itu, ketika anak melakukan kesalahan, tegur dengan cara yang lembut.

Menegur dengan cara yang lembut, membuat anak lebih mudah menyadari kesalahannya. Dengan begitu, anak lebih cepat intropeksi diri.

Hal ini berbanding terbalik, jika ibu menegur sang anak dengan membentaknya. Bentakan itu terkesan otoriter dan egois dimata anak. Kondisi ini terkesan menegaskan bahwa “orang tua selalu benar”.

Untuk itu, tunjukkan rasa hormat Anda kepada anak dengan cara mendengarkan penjelasan apa yang membuatnya melanggar batasan. Karena pada dasarnya, anak tak mungkin melanggar tanpa alasan yang jelas.

3. Konsisten

Bermain
Bermain | Foto : eversosweetphotography.com

Kunci lain dalam mendidik anak adalah konsisten. Konsisten seperti apa? Iya, sebagai orang tua kita harus konsisten dengan aturan yang dibuat. Jangan pernah mengubah aturan yang sudah lama berlaku.

Konsistensi dalam membuat aturan ini dikarenakan membiasakan anak untuk mematuhi aturan itu tidaklah mudah. Jangan sampai, usaha yang sudah dilakukan selama ini sia-sia karena aturannya mulai mengendor.

Orang tua harus konsisten menerapkan aturan atau batasan kepada anak. Tunjukkan pada sang buah hati, kalau aturan ini dibuat bukan semata untuk dipatuhi, melainkan juga dipahami.

Misalnya, aturan untuk pulang sekolah tepat waktu, terkecuali jika ada kegiatan lain, seperti les atau ekstrakulikuler. Aturan yang mungkin terlihat sepele ini, justru sering dilanggar.

Wajar saja, karena diusianya, anak tengah senang bermain bersama teman-temannya. Apalagi saat bel pulang sekolah berbunyi, itu tanda bahwa mereka mempunyai waktu bermain yang lama.

Lalu, bagaimana cara menegurnya? Orang tua harus ekstra sabar untuk menghadapi kenakalan anak seperti ini. beri tahu sang anak apa kesalahannya. Setelah itu, beri penjelasan tujuan dari aturan itu dibuat.

Pada dasarnya, orang tua tidak akan mungkin melarang anaknya untuk bermain. Karena bagaimana pun bermain merupakan salah satu kebutuhan anak yang harus terpenuhi.

Namun dalam hal ini orang tua menyuruh anak untuk pulang sekolah tepat waktu agar sang anak bisa beristirahat setelah menjalani rutinitasnya di sekolah. Kalau pun memang ingin main, sebaiknya pulang dulu ke rumah dan minta izin kepada orang tua.

4. Reward

Hal-hal Menyenangkan
Hal-hal Menyenangkan | Foto : philly.com

Berubah ke arah yang lebih baik, bagus bukan. Sama halnya ketika anak yang susah diatur berubah menjadi patuh. Nah, ketika sang buah hati sudah bisa patuh dengan aturan atau batasan yang ada, saatnya orang tua untuk memberikan reward kepada anak.

Reward diberikan sebagai bentuk terima kasih karena sudah menjadi anak yang baik. Lalu, apa reward yang diberikan? Rewardnya bisa bermacam-macam, mulai dari mengajaknya liburan, membelikan barang-barang yang ia inginkan atau dengan cara sederhana seperti memasakkan makanan kesukaannya.

Intinya, reward itu tidak harus selalu dengan barang mewah, tetapi bisa juga dengan cara sederhana. Yang terpenting adalah menyenangkan buah hati atas kepatuhannya terhadap aturanyang diberikan kedua orangtua.

Semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Begitu juga dengan aturan dan batasan yang mereka berikan. Orang tua hanya ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik.