Mau Jadi Penulis? Ini Caranya

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa – suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan disanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.” Ya, itulah celoteh Seno Gumira Ajidarma dalam karya Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara. Begitu syahdunya beliau menggambarkan defenisi menulis sebagai kata kerja yang memiliki lebih dari satu makna. Jelas beliau menyampaikan bahwa menulis adalah komunikasi utuh yang bisa diibaratkan dengan semua panca indra manusia. Menjadi penulis adalah cita-cita dari sebagian orang yang hobi menulis, suka mengemukakan pendapat, dan sering berimajinasi. Mungkin Anda juga bagian dari sebagian orang tersebut. Lantas muncul pertanyaan yang paling mendasar, apakah Anda hanya menjadikan penulis itu sebatas mimpi dan keinginan saja? Atau sebagai pekerjaan yang setiap prosesnya Anda hayati dan nikmati? Cara menjadi penulis bukanlah sesuatu yang harus Anda takuti, namun juga bukan sesuatu yang pantas digampangkan.

Setiap tulisan memiliki nyawa. Tulisan itu hidup menemui setiap hati pembacanya. Maka, sentuhlah hati – hati itu dengan kreativitas yang Anda miliki. Tebarlah hikmah dimanapun dan kepada siapapun. Tersebab menjadi penulis adalah sebuah pembuktian diri bahwa Anda sangat menghargai kejadian berharga sebagai inspirasi. Nah, semakin bertambah yakin ingin jadi penulis? Berikut cara menjadi penulis yang bisa Anda lakukan, yaitu:

Hiduplah dengan niat

Niat dalam bahasa Arab adalah niyyatu berarti kehendak atau alqosdu, yaitu yakinnya hati untuk melakukan sesuatu dan kuatnya kehendak untuk melakukannya tanpa ada keraguan. Maka, lantangkanlah niat untuk menjadi penulis di diri Anda tanpa bantahan lagi. Sematkan niat itu dalam jiwa dan pikiran. Niat yang kuat akan menggetarkan jiwa untuk gelisah akan cita-cita, dan menggerakkan pikiran untuk menstimulus sebuah ide tulisan.

Kaya Akan Membaca

Menulis dan membaca adalah suatu kesatuan yang saling berkorelasi. Agar tulisan Anda semakin hidup dan bermakna, maka dibutuhkan wawasan yang berkembang. Wawasan itu didapat dari membaca. Kaya akan bahan bacaan menjadikan ide-ide berkeliaran di pikiran Anda. Hal yang terpenting jangan membentengi bahan bacaan dengan topik tertentu. Bacalah apa saja! Bahkan seorang Helvy Tiana Rosa mengatakan bahwa” Membaca bukan terbatas pada buku. Bacalah diri, lingkungan, masyarakat, semesta, ini akan sangat membantu Anda menjadi penulis yang peka.”

Belajar berdeskripsi dan berimajinasi

Mulailah dengan mendeskripsikan sesuatu yang ada disekitar Anda. Misalnya keadaan di rumah Anda. Deskripsikan apa saja yang ada di dalamnya. Ceritakan dengan detil susunan letak hingga warni-warnanya. Anda bisa menuliskannya di buku harian. Sesekali Anda bisa berimajinasi. Misalnya dari luar rumah ada seseorang tak dikenal menghampiri rumah Anda. Siapakah dia? Ada keperluan apakah dia? Nah, Anda bisa tuliskan pertanyaan-pertanyaan seperti itu kedalam sebuah narasi. Maka, ide untuk sebuah cerita fiksi telah Anda dapatkan.

Rajin berdiskusi

Menurut Nana Sudjana “Diskusi ialah tukar menukar informasi, pendapat dan unsur-unsur pengalaman secara teratur .”  Berpijak dari pengertian Nana Sudjana diatas, manfaat berdiskusi adalah penambahan ilmu baru. Banyak hal yang dulu asing bagi Anda, kini menjadi benderang setelah berdiskusi. Rajinlah berdiskusi dengan siapa saja. Diskusi juga membuat Anda cakap dalam mengelola pendapat. Anda juga tidak ada salahnya untuk rajin berdiskusi dengan teman yang memiliki hobi menulis, atau dengan penulis profesional. Teknologi sudah canggih, bukan? Banyak akses untuk berdiskusi tanpa harus tatap muka.

Ayo, publikasikan karya!

Banyak orang yang malu untuk mempublikasikan karya mereka. Alasan yang sering terdengar adalah “tidak pede” atau “tulisan ini masih berantakan”, bahkan ada yang lebih mengharukan lagi “tulisan ini masih jauh dari kata layak.” Wah, jangan sampai penyakit alasan syndrome ini jadi akut di diri Anda. Ini bahaya! Ikhlaskan dan kuatkan tekad Anda dalam berkarya. Tidak semua penulis besar yang Anda kenal sekarang langsung menjadi profesional di awal karir mereka. Mereka juga mengalami fluktuasi. Kadang karya di muat di media massa, kadang juga tidak. Jadi, kuatkan mental Anda.

Sekarang, Anda sudah tahu cara menjadi penulis, bukan? Mulai sekarang azzamkan dalam diri bahwa Anda siap menjadi penulis. Jangan pikirkan karya Anda akan sampai kemana. Sebab, setiap karya sudah memiliki takdirnya masing-masing ke media mana dia akan bermuara. Tugas besar Anda hanya tetap berkarya!