Currently set to Index
Currently set to Follow
Sakit Maag pada Anak

Aduh Bu, Sakit Perut! Ini Dia Mantra Pengobatan Maag pada Anak!

Sakit maag yang dialami anak-anak sebenarnya tak terlalu jauh berbeda dengan penyakit maag yang menimpa orang dewasa.

Bila dilihat dari miksroskop, usus dalam tubuh bentuknya menyerupai rumput atau jontot. Nah, di dalam jontot tersebut terdapat enzim dan jika ada makanan, akan ditampung juga diserap.

Pada anak-anak tertentu, produksi asam lambungnya bisa meningkat. Hal ini dikenal dengan maag (gastritis), yaitu produksi gas yang meningkat. Lalu, yang kedua disebut dengan kembung dan ini pun produksi gasnya cukup tinggi.

Maag Bisa Disebabkan oleh Kuman, Tak Hanya Kebiasaan Makan dan Stres!

Tak semua penyakit maag disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak teratur atau karena stres. Di negara-negara berkembang, penyakit maag ternyata bisa saja disebabkan oleh infeksi kuman helicobactererpylori. Bakteri ini biasanya menular melalui makanan dan minuman. Namun, kepadatan pemukiman pun dapat mempengaruhi perkembangan bakteri ini. (Indonesiadetox.com)

Sementara itu, masa terkena atau terkangkit bakteri ini terbilang cukup lama. Artinya, bukan berarti sesaat setelah terkena bakteri akan langsung muncul gejala. Mungkin saja kuman ini telah masuk ke tubuh si anak, tetapi tak ada gejala yang timbul sama sekali. Dalam hal ini, bergantung pada daya tahan tubuh si anak.

Selain faktor kuman, bagi anak-anak yang tak suka mengonsumsi sayu, pertumbuhan jontotnya akan tidak bagus, sehingga makanan tak mampu dicerna dengan baik.

Kenali Gejalanya

Gejala sakit lambung pada orang dewasa sangat khas, yaitu nyeri di bagian daerah ulu hati atau bagian perut kiri atas sesuai dengan tempat organ tersebut. Namun, pada anak-anak, gejalanya tidaklah seperti itu.

Sakit maag pada anak gejalanya ditandai dengan adanya keluhan sakit perut. Biasanya, sakit ini sifatnya tumpul atau tidak jelas. Pada anak-anak sekolah, terutama sakit di sekitar pusar dan semakin parah bila si anak makan. Lalu, setelah berusia 6 tahun, barulah gejala sakitnya mirip dengan orang dewasa.

Muntah berulang dapat terjadi, khususnya pada anak pra sekolah ataupun usia sekolah. Sementara itu, pendarahan di saluran cerna sampai kebocoran usus karena luka dilambung dapat muncul, terutama pada bayi yang sedang terserang sakit keras.

Secara medis, sulit memang membedakan sakit maag karena kuman atau bukan. Sakit perut secara berulang, dianggap oleh sebagian ahli sebagai gejala yang berkaitan dengan H. pylori.

Gejala lainnya yang harus diwaspadai yaitu gangguan penyerapan usus dibarengi dengan berat badan turun, anemia defisiensi besi, gangguan pertumbuhan, kurang gizi, dan diare berulang.

Jangan Sembarangan Mengobati

Jika memang terdapat kuman, pengobatan maag ini harus berupa antibiotika yang mampu membasmi kuman H. pylori. Lalu, karena kuman bisa saja berubah menjadi tak mempan, maka pakai kombinasi dua antibiotika.

Si anak dinyatakan sembuh bila sesudah melakukan pengobatan tersebut, tak lagi ditemukan kuman di lambungnya.  Pernyaan muncul, apakah bisa terinfeksi lagi? Infeksi kuman berulang pada anak-anak ternyata angkanya lebih tinggi daripada orang dewasa. Hal ini disebabkan biasanya karena pengobatan yang kurang optimal.

Pengobatan alami pun bisa dilakukan. Tapi tetap harus diketahui dulu apa penyebab maag yang diderita. Orangtua harus hati-hati memilih pengobatan bagi anaknya supaya tak ada efek negatif nantinya.

Kini, banyak orang yang beralih ke pengobatan alami, termasuk obat maag pada anak. Untuk mengatasinya, cobalah
dengan mengonsumsi madu pahit hitam. Madu ini efektif sekali mengatasi berbagai macam penyakit, termasuk penyakit maag. Memanfaatkan madu pahit hitam sebagai pengobatan terapi maag pada anakadalah salah satu solusi tepat dan aman bagi si anak.

Untuk lebih mengenal penyakit maag, silakan lihat video berikut ini dan semoga bermanfaat!

Baca juga: Pengobatan Kista dengan Daun Sirsak yang Mujarab

Leave a Reply