engkau merindukannya, bukan
hamparan rumput dan tanah basah
suatu saat: aku dan mu’
menunggu di bawah cedar di atas bukit-bukit itu
diam, tebas saja kabut! dan tetapkan rencana,
sebelum ia tiba
sebelum ia menenteng keranjang bunga
di tengah terik yang kian layu
iring-iringan―
sepatu lusuh, keringat berjatuhan
menapak jejak-jejak suara bernama hening
ya, aku dan mu’ yang tanpa pertanyaan;
suatu saat adalah hari ini
saat mereka lekas merapat, iringi
duka dengan kerudung hitam. mendekat, saling meneyembunyikan senyum
kita merindukannya. aku dan mu’
meski masih setengah bermimpi
Bukit BSPI, 24 Mei 2012