Masih ingatkah dengan Norman Kamaru? Pria asal Gorontalo yang dulu heboh dengan aksinya meniru lagu India berjudul Chaiyya Chaiyya yang dinyanyikan oleh Shakh Rukh Khan. Kala itu Norman berstatus sebagai seorang petugas Brimob di wilayah Gorontalo merekam video tersebut, lantas diunggah ke internet. Dari situlah Norman mulai dikenal orang luas, hingga senusantara. Kini setelah 3 tahun “menghilang,” Norman muncul dengan berita yang jauh dari harapan. Norman kini berjualan bubur.

Profesi yang mungkin saja tidak pernah terbayangkan oleh lelaki kelahiran 27 November 1985 ini ternyata terjadi. Setelah menjadi artis dadakan yang melejit, Norman pun mulai fokus kepada profesi yang tadinya hanya akan menjadi sampingan saja. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kepolisian di mana dia bekerja akhirnya memberikan sanksi tegas. Norman pun diberhentikan dari satuan Brimob Gorontalo.

Kini Norman menjalani profesi berjualan makanan khas Manado, seperti bubur Manado, ayam woku, dan cakalang suwir bersama istrinya, Daisy Paindong. Jika menilik lebih dalam, tentu itu sangat di luar dugaan, baik oleh kita sebagai masyarakat, juga oleh Norman sendiri. Berjualan bubur itu dilakukannya guna untuk bertahan hidup di kota yang sangat keras, Jakarta.

Pelajaran dari Kehidupan Norman Kamaru 6

Kejadian seperti Norman ini sungguh sangat banyak terjadi di sekitar kita. Ada yang terekspose, namun ada juga yang tidak. Akan tetapi, yang lebih parah ialah ketika kajadian seperti ini malah berakhir tragis, yakni masuk ke lubang hitam. Kejadian yang dialami Norman tentu tidak sampai ke sana, ini hanyalah kepada merasakan bahwa kehidupan itu tidak mudah, bahkan untuk seorang entertainer sekalipun.

Kini, tidak ada gunanya menyalahkan kenapa dia memutuskan untuk menjalani industri hiburan, ketimbang tetap sebagai polisi. Tidak ada gunanya juga kita mencontoh apa yang Norman lakukan. Yang sepatutnya kita lakukan adalah mengambil petikan hikmah dari kejadian itu. Ingin tahu apa saja yang bisa kita ambil? Semuanya ada dalam artikel berikut ini.

• Jangan mudah tergiur dengan ketenaran

Pelajaran dari Kehidupan Norman Kamaru 1

Ketika Norman yang belum terkenal, mungkin dia akan merasa nyaman-nyaman saja dengan statusnya sebagai petugas Brimob. Bahkan ketika Norman melakukan lip sync yang direkam menjadi sebuah video, dia masih merasa nyaman. Mungkin saja belum ada pikiran bahwa apa yang dia lakukan bakalan membawanya ke dunia yang sarat dengan gelimang uang.

Semuanya lantas berubah 180 derajat ketika banyak yang menonton video Norman, seorang polisi yang bernyanyi dan berjoget ala India. Hari demi hari banyak sorotan kamera yang datang ke kediamannya, hingga ke tempatnya bekerja, hanya untuk meliput seorang Norman Kamaru. Apa imbas dari banyaknya sorotan kamera tersebut? Tentu saja akan menjadi terkenal.

Mungkin saja dari sini Norman akan tersadarkan bahwa dirinya akan segera terkenal. Bermodal tarian dan nyanyian yang memang dia kuasai, Norman bisa menjadi seorang artis nasional. Akan tetapi, apa yang kini didapat olehnya? Norman malah tidak menjadi apa-apa seperti yang dia harapkan. Ketika posisi sebagai petugas kepolisian dilepasnya, lantas profesi artis pun menghinggapinya hanya sesaat saja. Kini dia menjalani kehidupan di titik terendah.

• Dunia hiburan bisa menjadi bumerang

Pelajaran dari Kehidupan Norman Kamaru 2

Tidak ada yang bisa menampik bahwa menjadi artis akan memudahkan jalan kita untuk bisa kaya. Banyak keuntungan yang bisa didapat, mulai dari ketenaran, harta yang bergelimang, dan masih banyak lagi. Namun tanpa kita sadari, kehidupan di dunia hiburan sesungguhnya bisa menjadi bumerang bagi kita, jika kita tidak pandai menjaga diri.

Apa yang terjadi di dunia hiburan bisa menjadikan manusia mempunyai dua sisi, sisi baik dan sisi buruk. Apa yang dialami oleh Norman merupakan sebuah pelajaran bahwa sisi buruk selalu mengintai dunia hiburan. Apa yang diimpikan dalam enaknya dunia hiburan, ternyata tidak sanggup digapai.

Apa yang bisa menjadi modal dalam dunia hiburan bisa langgeng? Wajah rupawan? Harta? Ketenaran? Semua itu tidak akan menjadi kekal. Jika kita tidak bisa mengelola ketiga unsur tersebut, salah-salah kita malah hanya akan tersisih oleh hukum alam dari dunia hiburan.

• Merasakan hal yang sulit

Pelajaran dari Kehidupan Norman Kamaru 3

Seorang Norman tentu tidak bercita-cita untuk menjadi seorang tukang bubur. Dia masuk ke kepolisian bercita-cita untuk menjadi seorang polisi yang benar dan dicintai oleh sekitar. Lantas ketika dia menjadi artis dadakan, sontak pikiran Norman mempunyai cita-cita dadakan untuk menjadi seorang artis.

Akan tetapi, kini kedua profesi itu tidak lagi melekat pada diri seorang Norman Kamaru. Yang ada hanyalah profesi melayani konsumen dengan mangkok andalannya, penjual bubur. Apa itu sebuah profesi yang sulit? Jika kita bercita-cita untuk menjadi orang sukses, maka ini akan menjadi profesi yang sulit untuknya, juga untuk kita.

Ketika apa yang kita cita-citakan tidak terrealisasi, Tuhan akan “membelokkan” kita ke dalam hal yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Untuk itulah, kita harus bisa merasakan sesuatu yang ada di luar impian. Langkah selanjutnya adalah menaklukannya.

• Fokus kepada cita-cita dan impian

Pelajaran dari Kehidupan Norman Kamaru 4

Setiap manusia selalu mempunyai cita-cita dan impian untuk menjadi orang sukses, tidak terkecuali dengan Norman Kamaru. Profesinya dulu ketika berseragam polisi adalah sebuah cita-cita mulianya. Juga ketika dia berhasil terkenal dan masuk ke dunia hiburan. Tidak ada yang salah dari pengambilan cita-cita tersebut.

Namun apa yang salah dari kejadian seorang Norman? Dia tidak fokus kepada impiannya sebagai seorang polisi. Ketika impian tersebut sudah disisihkan oleh hal yang semu, percayalah impian sejati kita akan sulit untuk diraih. Meskipun di sini bukan bermaksud untuk melawan takdir, hanya membuat kita berusaha untuk bisa fokus kepada cita-cita yang kita impikan. Terlepas dari kita bisa menggapai atau tidak impian tersebut, itulah yang dinamakan takdir. Hanya intinya kita berusaha sebaik mungkin agar bisa fokus.

• Harus bisa bangkit ketika jatuh ke lubang terdalam

Pelajaran dari Kehidupan Norman Kamaru 5

Pernahkah kita menginginkan untuk menjadi seorang penjual barang bekas, ketika impian kita untuk menjadi pilot? Atau pernahkah seorang Norman Kamaru yang menginginkan menjadi penjual bubur, ketika impiannya untuk menjadi polisi? Tentu semua itu tidak kita inginkan, bukan?

Kasus tersebut adalah jatuhnya kita ke lubang terdalam. Apa yang dialami oleh Norman adalah jatuh, ketika dia terlepas dari impiannya selama ini. Pertanyaannya, apakah kita bisa bangkit untuk melanjutkan impian yang sempat sirna ataukah kita malah akan terus tenggelam? Inilah yang harus kita jawab dengan tekad yang kuat.

Melihat kejadian seorang Norman Kamaru kini, sebenarnya adalah sebuah cerminan diri kita sendiri. Meskipun tidak sedang kita alami, bukan tidak mungkin suatu saat kita pun akan mengalami apa yang Norman alami. Ada banyak cara untuk menggapai kesuksesan, namun tidak harus mengorbankan cita-cita mulia.