Currently set to No Index
Currently set to No Follow

Belajar dari Profesional tentang cara menjadi penulis

Menjadi penulis adalah sebuah pilihan dan sebuah profesi. Ketika seseorang memutuskan untuk menulis secara profesional maka hal itu menjadi bagian dari hidupnya, pekerjaannya, sumber penghasilan dan kebahagiaannya. Orang boleh meremehkan profesi penulis tidak menguntungkan, tetapi beberapa profesional justru membuktikan sebaliknya. Mereka menunjukan bahwa dengan cara tertentu seorang penulis bisa menjadi sukses. Apa yang yang menjadi pijakan mereka? Berikut cara menjadi penulis seperti yang dilakukan para profesional:

Kerja keras.

Menulis bukan soal bakat. Oscar Wilde berpendapat, yang menjadikan orang sebagai penulis adalah sepuluh persen bakat dan sembilan puluh persen kerja keras. Seseorang boleh saja memiliki bakat menulis yang besar, tetapi bakat ibaratnya benih unggul yang siap ditanam. Benih baru akan menghasilkan ketika petani yang tekun menanamnya di ladang yang sudah digembur, diberi air, dipupuki dan diperhatikan hari demi hari. Di situlah dibutuhkan kerja keras dan keringat. Italo Calvino menggunakan banyak waktunya untuk membaca karya penulis lain, menerjemahkan buku-buku berbahasa asing, menulis pada catatan lalu membuat revisi terhadap tulisannya. Ketika melakukan revisi, dia tidak segan-segan menghapus sebagian besar tulisannya dan memulai dari awal lagi.

Disiplin.

Setiap penulis hebat mempunyai disiplin di dalam diri mereka. Carlos Fuentes, Friedrich Nietzsche dan Alfonso Reyes selalu menggunakan waktu di pagi hari untuk menulis. Bagi mereka, pagi hari adalah waktu terbaik bagi seorang penulis sehingga mereka menggunakannya untuk menulis sebelum melakukan aktivitas lain. Disiplin yang dijalani dengan ketat akan membentuk kebiasaan, dan dari kebiasaan akan lahir keterampilan. Maka dengan keterampilan di dalam dirinya, seorang penulis tahu cara menjadi penulis yang profesional.

Kebiasaan membaca.

kebiasaan membaca bagi penulis sama halnya dengan apa yang membentuk seorang atlet untuk tetap bugar. Keluasan wawasan seorang penulis bisa dilihat sejauh mana dia telah menghabiskan banyak waktu untuk membaca. Membaca ibarat membuka setiap jendela baru, melihat hidup dengan sudut pandang baru, mendapat pemahaman baru dari pengalaman-pengalaman yang ditawarkan sebuah buku. Penulis harus menjadi pembaca yang rakus dan ngotot. Jorge Luis Borges terkenal sebagai penulis yang rutin membaca bahkan saking rutinnya dia dibilang ‘gila baca’. Para profesional, selain membaca karya dalam negeri juga membaca karya penulis. Bahkan menerjemahkannya jika mungkin. Kita mendengar nama Haruki Murakami di Jepang yang dari kebiasaan menerjemahkan karya asing berhasil menajamkan keterampilan menulisnya. Menerjemahkan membutuhkan keahlian lain selain membaca misalnya kemampuan berbahasa asing. Banyak penulis hebat mengakui salah satu cara menjadi penulis profesional yang berhubungan dengan membaca adalah menerjemahkan.

Imajinasi.

Tanpa imajinasi maka penulis tidak akan mempunyai kreasi. Imajinasi (dari image) memungkinkan penulis untuk membentuk sebuah gambaran di dalam kepalanya. Dengan lain arti, imajinasi memotivasi daya cipta. Seorang penulis boleh punya ide besar, tetapi ketika imajinasinya kerdil maka idenya tidak bisa dikembangkan. Seperti seekor burung, imajinasi dapat terbang dimana saja dan kemana pun; hinggap di jendela istana, berhenti di kolong jembatan, mengunjungi rumah reyot di pinggir sawah. Dengan imajinasi, seorang penulis akan merekonstruksi realitas yang ada lalu menghayati, memahami dan memberi penilaian atas apa yang terjadi. Penulis dengan kekuatan imajinasi yang besar, mampu mempengaruhi pembacanya dan jika mungkin akan membentuk wawasan baru dikepala pembaca.

Target.

Penulis profesional mempunyai target mengenai seberapa banyak tulisan yang harus dia hasilkan dalam satu hari, dalam seminggu, dalam sebulan, dan dalam setahun. Target mengontrol fokus penulis sehingga setiap karya yang dihasilkan tidak berceceran dan selalu diselesaikan. Untuk memenuhi target, maka kembali lagi kepada disiplin di dalam diri seorang penulis. Dengan disiplin, penulis mampu memanajemen waktunya sehingga setiap pekerjaan (menulis) mendapat porsi yang tepat.

Tidak ada yang sederhana dan mudah tentang cara menjadi penulis. Ketika kita memutuskan untuk terjun secara profesional di dalam dunia penulisan, maka hal-hal di atas bisa menjadi sebuah referensi.

Leave a Reply