Bagian 1

Setiap hari, kita tak bisa lepas dari dunia hiburan. Dari anak kecil hingga dewasa. Dari nenek hingga cucu pasti kenal yang namanya film, sinetron dan sejenisnya. Bahkan banyak dari mereka yang tergila-gila atau menjadi fans fanatik dari film tertentu. Apalagi film atau sinetron selalu ditayangkan 24 jam sehari tanpa bayar. Penonton tinggal memilih, film atau sinetron mana yang paling diminati hanya dengan menggerakkan telunjuk. –Cara Menjadi Penulis-.

Secara sederhana, film atau sinetron merupakan cerita yang dibuat menjadi gambar bergerak. Dalam kaitannya dengan sebuah cerita, tentu awal dari sebuah film harus ada cerita yang disusun dahulu. Cerita dalam film dinamakan skenario.

Syd Field dalam bukunya “The Foundations of Screenwriting” menulis, bahwa Skenario adalah: ”A screenplay is a story told with pictures, in dialogue and description, and placed within the context of dramatic structure. A screenplay is a noun – it is about a person, or persons, in a place or places, doing his or her or their thing. All screenplays execute this basic premise. The person is the character, and and doing his or her thing is the action” Hal 8.- Terbit tahun 1994.

Sedangkan menurut Wikipedia, Skenario diartikan sebagai “cetak biru yang ditulis untuk film atau acara televisi. Skenario dapat dihasilkan dalam bentuk olahan asli atau adaptasi dari penulisan yang sudah ada seperti hasil sastra”

Intinya, skenario merupakan naskah cerita yang berisi adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun berdasarkan konsep dramatik. Jadi cara penulisan skenario berbeda sekali dengan cara penulisan cerpen, novel dan sebagainya. Sebuah skenario harus menggambarkan setiap kalimat menjadi gambaran imajinasi visual menurut format pandang layar bioskop atau televisi.

Beda dengan cerpen atau novel yang cenderung berkonsep komunikasi satu arah, cerita skenario harus memiliki konsep multi komunikasi. Seorang penulis skenario harus mempunyai kerangka berpikir yang bercabang. Disamping menuangkan cerita berdasarkan sudut pandang dirinya, iapun harus mempertimbangkan ceritanya melalui sudut pandang pihak lain yang terlibat dalam produksi sebuah film.

Skenario berfungsi sebagai Bahan dasar untuk menyatukan persepsi antara produser dan para kru film, sehingga tidak terjadi perbedaan penafsiran antar pihak yang terlibat. Ditahap awal, biasanya Penulis, Produser dan Sutradara terlibat pertemuan marathon saat sebuah ide cerita akan dieksekusi menjadi sebuah film. Banyak hal yang harus dipertimbangkan menyangkut cerita, kemasan dan pangsa pasar film itu sendiri. Film atau sinetron merupakan barang dagangan. Pihak pemodal, dalam hal ini produser tak mau rugi jika barang dagangannya tidak laku saat dilempar ke pasar.

Tahapan awal ini memerlukan diskusi yang lama. Bahkan untuk sebuah film, diskusinya bisa berbulan-bulan. Begitupun ketika proses penulisan skenario atau bahkan saat skenario sudah jadi. Selalu dilakukan revisi untuk menjadikan skenario itu sempurna. Tak hanya sekali revisi. Tapi bisa berulang kali revisi. Tergantung kehandalan seorang penulis menuangkan ide-ide hasil rembukan antara penulis, produser dan sutradara.

Jika sebuah skenario sudah berhasil disusun penulis secara utuh. Barulah naskah skenario diserahkan pada Produser, Manager Produksi, Sutradara, Penata Artistik, Juru kamera, Penata Suara, Aktor, Aktris, Pengarah Musik, dan Editor untuk dipelajari. Hingga kemudian terjadi proses produksi sebuah film atau sinetron.

Semakin berkembangnya dunia hiburan di Indonesia. Membuat permintaan akan penulis skenario semakin banyak. Sayangnya profesi menulis bukan termasuk profesi pavorit di negeri ini. Orang-orang cenderung memilih profesi yang lebih realistis menurut konsep pemikiran mereka. Banyak yang memandang kalau menjadi penulis skenario itu ribet dan perlu menguras Ide yang tidak sedikit. Perjuangannyapun sangat melelahkan. Tak cukup bermodal ide-ide brilian. Tapi diperlukan keberuntungan untuk eksis di dunia penulis skenario.

Pandangan orang-orang seperti diatas tidak sepenuhnya salah. Tapi justru disitulah menariknya dunia penulisan skenario. Seperti juga hingar bingarnya dunia hiburan di tanah air yang laksana bunga cantik. Membuat semua kumbang dari penjuru jagat raya berbondong-bondong ingin menghisap madunya. Jadi Siapa Takut.. terjun menjadi Penulis Skenario? –Cara Menjadi Penulis-.