Bagaikan gula yang dikerubuti semut, seperti itulah yang bisa dilihat saat penerimaan pegawai negeri sipil. Lautan manusia berjumbel, dan berdesak-desakan bahkan anak seorang presidenpun ambil bagian. Pekerjaan yang hampir diinginkan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Meski tidak menjanjikan hidup layak hanya sebatas cukup tak menghilangkan sedikitpun minat mereka. Semua tetap mau lulus PNS dan menjadi bagian dari seorang abdi negara.             

          Tingginya minat membuat persaingan menjadi ketat, tak sedikit oknum yang memanfaatkan kesempatan ini. Permainpun berlangsung dari yang terang-terangan sampai secara sembunyi-sembunyi. Kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan, sudah menjadi rahasia umum bila mau lulus harus siap uang yang tentu tak sedikit. Tapi tenang itu dahulu, sekarang zaman sudah berubah, berapa tahun terakhir pemerintah mengatur ketat pelaksanaan penerimaan pegawai. Ini bisa kita lihat dari ketransparanan nilai peserta yang langsung bisa dilihat setelah selesai tes. Beragam cerita dari yang lulus mencuat kebahagiaan bahwa mereka bisa meraih dengan jalan lurus, menyingkirkan pesaing layaknya pejuang.

           Tapi persepsi yang terlanjur melekat bila mau lulus PNS harus pakai uang tidak begitu saja bisa di hilangkan. Ketidakpercayaan diri akan sebuah kemampuan, terkadang terdengar desingan alah tidak bakalan lulus kita kan cuma modal keringat. Mana mungkin bisa menjadi pegawai kitakan cuma orang biasa. Ikut tes cuma mau meramaikan saja, lulus syukur tidak lulus ya sudah. Jelaslah dia bisa lulus bapak siapa dan berduit lagi. Mulai saat ini stop berpikiran negatif dan tidak percaya pada kemampuan diri. Coba berdiri didepan cermin tanyakan pada diri sendiri. Seberapa siap kita mempersiapkan diri untuk ikut tes? usaha apa yang telah kita lakukan agar bisa meraih nilai yang maksimal? Seberapa keras kita telah belajar ? berapa soal yang telah kita coba kerjakan ? Bila hanya sekedar ikut-ikutan maka tak heran bila menelan kekecewaan. Dan jangan mengutuk orang lain atas ketidakberhasilan kita, coba intropeksi diri.

          Bila kita mau melihat sisi lain, maka akan menemukan jawaban. Belajar tentang apa yang telah mereka lakukan sehingga bisa lulus PNS. Tidak ada cerita bisa berhasil hanya sebuah kebetulan saja dan berpangku tangan. Rata-rata mereka yang lulus punya cerita yang hampir sama. Mereka telah bekerja keras melahap ribuan soal-soal PNS, berkali-kali mencoba ikut try out secara online, membeli puluhan buku PNS, mendowload soal-soal di internet, dan meluangkan waktu setiap harinya hanya untuk belajar jauh sebelum tes itu berlangsung. Bukan membuka buku satu minggu sebelum tes. Orang pintar sekalipun butuh belajar agar mendapatkan hasil yang baik.

            Percayalah selalu ada jalan bagi kita yang mau berusaha. Jangan kalah sebelum berjuang. Berapa kejadian tentu bisa membuka mata hati mengambil hikmah dibalik itu semua. Berapa orang yang menelan kekecewaan uang sudah terbayar tapi nama tidak ada dalam daftar kelulusan. Ujung-ujungnya berurusan polisi dalam kasus penipuan, tak hanya satu orang tapi banyak kejadian.. Bila memang mau mendapatkan nilai tinggi, berusaha dengan keras karena tidak ada yang sia-sia dari sebuah usaha. Mau lulus PNS punya uang berapa sudah ngak zaman