Sign In

Remember Me

Pulau Reunion “Unluckiest Place in The World” Makin Terkenal! 2 Hal Ini Harus Diwaspadai Saat Berlibur di Sana!

Pulau Reunion “Unluckiest Place in The World” Makin Terkenal! 2 Hal Ini Harus Diwaspadai Saat Berlibur di Sana!

Pulau Reunion yang banyak tidak diketahui keberadaannya kini mendadak terkenal setelah di sana ditemukan serpihan-serpihan pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang hilang sejak 2014 lalu. Pulau yang lebih kecil dari Pulau Bali dan berada di Samudera Hindia ini diberi julukan “Unluckiest Place in The World” atau “pulau yang apes” sebab di sana sering terjadi bencana, yaitu erupsi Gunung Piton de la Fournaise dan yang terakhir adalah penemuan serpihan-serpihan pesawat Malaysia Airlines.

Serpihan-serpihan mirip sayap pesawat serta logam ini berhasil ditemukan di sekitar perairan Kota Saint Andre pada akhir Juli 2015, lalu secara cepat serpihan-serpihan tersebut ke Perancis untuk dilakukan penelitian lebih dalam.

Inilah yang lebih dikenal dari Reunion, padahal sebenarnya pulau ini pun terkenal dengan destinasi wisatanya. Namun, ada juga fakta lain yang belum diketahui, yaitu dianggap sebagai ‘tempat yang apes’ sebab sering dilanda bencana walaupun lanskap alamnya begitu indah.

Apa yang membuat Reunion disebut sebagai pulau yang apes? Pertama, mungkin karena di pulau tersebut ada Gunung Piton de la Fournaise, gunung berapi teraktif di dunia, yang sering mengalami erupsi dan kedua seringnya terjadi serangan hiu di kawasan pesisirnya.

1. Erupsi Gunung Piton de la Fournaise

Erupsi Gunung Piton de la Fournaise

Pulau Reunion terkenal dengan Gunung Piton de la Fournaise sebagai salah satu gunung paling fenomenal di seluruh dunia. Itulah sebabnya gunung ini dijadikan destinasi wisata para pelancong dunia.

Tapi, meskipun gunung ini adalah destinasi wisata di pulau kecil ini, pemerintah setempat menghimbau kepada semua wisatawan untuk mewaspadai Gunung Piton de la Fournaise ini karena termasuk gunung berapi teraktif di dunia.

Itu artinya gunung ini bisa kapan saja atau tiba-tiba mengalami erupsi yang membahayakan para wisatawan. Nah, saat terjadi erupsi ataupun muncul tanda-tanda erupsi, maka siapa pun tanpa ada pengecualian, semua wisatawan terpaksa dilarang untuk mendaki gunung ini.

Piton da la Fournaise memang merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dan sudah beberapa tahun ini mengalami erupsi lebih dari 1 kali.

Pada 2015 misalnya, tepatnya Senin tanggal 3 Juli, Gunung Piton de la Fournaise mengalami erupsi. Lava pun keluar muncrat ke udara, bahkan aliran lavanya sampai mengalir ke lautan dan ditambah dengan asap tinggi membumbung.

Pada 2015, tercatat sebanyak 3 kali gunung ini mengalami erupsi dan yang lebih mencengangkan lagi, 170 letusan berskala besar telah terjadi sejak abad ke-17.

Bila sedang mengalami erupsi, otomatis penerbangan ke pulau kecil ini menjadi terganggu. Semua warga yang tinggal di sekitar Gunung Piton de la Fournaises pun terganggu dan terpaksa harus menjauh dari rumahnya untuk menyelamatkan diri.

Gunung berapi inilah yang harus diwaspadai juga oleh para wisatawan saat berlibur ke Reunion, sebuah pulau kecil di Samudra Hindia.

Walaupun sering mengalami erupsi, tetap saja banyak wisatawan yang berlibur ke sana karena gunung ini sangat cantik dan indah dilihat. Bahkan, Zinedine Zidane, pemain bola legendaris, sampai-sampai mempunyai rumah di pulau tersebut.

2. Serangan Hiu yang Mematikan

Serangan Hiu yang Mematikan

Hal kedua yang harus diwaspadai saat berlibur ke Pulau Reunion adalah serangan hiu di pantai. Bagi yang suka menikmati pantai bersih nan sepi, di sinilah salah satu tempat alternatif wisata pantai terbaik.

Tapi, hati-hati, di sini banyak terjadi serangan hiu. Setidaknya, sudah terjadi belasan kali serangan hiu beberapa tahun terakhir ini sampai 2015. Beberapa di antara serangan hiu tersebut masuk dalam kategori fatal, di mana seorang wisatawan cilik tewas pada April 2015 lalu.

Bagi yang hobi main surfing, Reunion memang surganya bagi traveler penggila surfing, sebab di sini ombaknya sangat menantang. Berdasarkan survei, tinggi ombak rata-rata tiap tahunnya adalah 5 meter.

Berkaitan dengan serangan hiu, ada juga peselancar yang pernah merasakan serangan karnivora laut tersebut. Bahkan pada 2013 lalu, pemerintah di pulau itu terpaksa membuat peraturan yang cukup kontroversial akibat seringnya serangan hiu terjadi, yaitu semua peselancar dilarang bermain surfing sembarangan.

Mereka hanya diperbolehkan main surfing di titik-titik tertentu yang telah disediakan, di mana sebagian besar berdekatan dengan laguna.

Bila melanggar aturan ini dengan berselancar di tempat yang dilarang, para peselancar akan dikenai denda sekitar 38 Euro atau sebesar 563 ribu rupiah. Jangan salah, walaupun termasuk pulau kecil, mata uang resmi di Reunion adalah mata uang Euro.

Autan yang diberlakukan sejak 2013 lalu itu sampai kini masih tetap diberlakukan, tetapi tetap ada saja turis yang melanggar aturan tersebut dengan main surfing secara bebas di lautan.

Alasan mereka adalah masih ingin menemukan ombak yang lebih menantang yang belum ditemukan. Padahal sebenarnya aturan tadi bukanlah untuk membatasi para turis, tetapi justru bertujuan menyelematkan mereka dari serangan hiu yang sangat ganas.

Dua alasan tersebut, erupsi gunung dan serangan hiu, menjadikan Pulau Reunion terkenal. Ditambah dengan ditemukannya serpihan-serpihan pesawat Malaysia Airlines MH 370 di sana, membuat pulau ini semakin terkenal lagi.

Nah, berikut ini adalah fakta-fakta yang belum dikenal tentang Reunion.

Fakta-fakta yang Belum Diketahui dari Pulau Reunion

Banyak Fakta yang Belum Diketahui dari Pulau Reunion

Reunion Island memiliki banyak destinasi wisata, dari gunung sampai pantai dengan pasir putihnya. Pulau yang berada di Samudra Hindia dan berjarak sekitar 800km dari Pulau Madagaskar ini masuk ke dalam kawasan pemerintahan Prancis dengan ibu kotanya di Saint-Denis.

Wisata-wisata di Reunion Island mungkin sudah banyak yang tahu dan banyak pula yang sudah ke sana, tetapi fakta-fakta tentang Reunion Island berikut ini pasti belum Anda ketahui.

1. Nama Asli Reunion Island adalah Bourbon Island

Reunion Island bukanlah nama asli pulau ini atau telah mengalami perubahan nama. Apa nama asli dari pulau ini yang sebenarnya? Tahukah Anda, Reunion Island dulunya bernama Bourbon Island? Lalu, pada 1793 pemerintahan Prancis waktu itu mengubah namanya menjadi Reunion Island hingga saat ini.

2. Bahasa Aslinya Perpaduan dari Bahasa Prancis, Malagasi, dan Gujarat

Bahasa asli yang digunakan oleh penduduk Reunion Island sangat unik, yaitu gabungan bahasa Prancis, bahasa Malagasi dari Madagaskar, dan bahasa Gujarat dari India. Itulah kenapa banyak pedagang dari Madagaskar ataupun India yang sering datang ke pulau ini.

Meskipun begitu, bahasa Prancis adalah bahasa formal yang dipakai penduduk di sana. Hal yang sama pun diberlakukan pada tulisan-tulisan seperti rambu lalu lintas maupun papan peringatan, semuanya berbahasa Prancis.

3. Memakai Mata Uang Euro

Karena masuk dari bagian pemerintahan Prancis, secara otomatis sistem pemerintahannya pun tak jauh beda dengan Prancis, termasuk mata uang yang dipakai. Prancis menggunakan mata uang Euro sebagai mata uang resminya dan Reuinon pun sama memakai mata uang Euro.

Walaupun begitu, mata uang dolar Amerika masih bisa dipergunakan di sejumlah hotel dan resor. Berbeda dengan warga setempat yang dalam kesehariannya tetap memakai mata uang Euro untuk bertransaksi.

Pulau Reunion yang dijuluki “Unluckiest Place in The World” atau disebut sebagai ‘tempat yang apes’ tak membuat pulau ini kesepian turis, terlebih setelah berita ditemukannya serpihan pesawat Malaysia Airlines di sana. Tapi, tetap harus hati-hati ya dengan gunung berapi dan serangan hiu di sana!

Baca Juga Nih: Fakta-fakta Unik tentang Kecoa Ini yang Bikin Kaum Hawa Phobia


Leave a Reply