Semasa SMP, ada seorang teman berkulit hitam dengan perawakan kekar dan sorot mata tajam. Sebut saja namanya Darso. Ceritanya, konon ia mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Misal saja, kebal dari senjata tajam, serta mempunyai keahlian khusus memikat hati wanita dengan cara yang metafisik (pelet). Karena penasaran, banyak teman yang menanyakan bagaimana dia dapat melakukan hal seperti itu, termasuk saya sendiri tentunya.

Setelah melalui berbagai macam pendekatan , akhirnya dia bersedia membeberkan rahasianya dan tentu saja kami sangat antusias mendengarkan. Intinya, dalam obrolan itu terkuak bahwa dia mempunyai keahlian seperti itu dengan menjalani berbagai ritual khusus, di antaranya adalah puasa!

Entah bagaimana menjelaskan fenomena seperti di atas. Seorang manusia yang melakukan ritual-ritual khusus puasa dapat mempunyai keahlian yang diluar jangkauan akal manusia atau sains. Apa puasa itu? Apakah ada korelasi antara puasa dan cerita tentang Darso tersebut? Bagiamana menjelaskan fenomena di atas? Apakah puasa mempunyai manfaat signifikan yang tersembunyi?

Dalam banyak literatur, sebenarnya puasa itu dijalani oleh orang-orang jauh sebelum hitungan masehi dimulai. Dari berbagai macam kepercayaan dan agama, tercantum suatu ritual khusus bernama ’puasa’.

Puasa dalam Islam misalnya, dalam al-Quran maupun hadist diceritakan bahwa Daud berpuasa satu hari dan sehari tidak. Siti Maryam berpuasa selama satu hari sebelum mendapat mukjizat kelahiran Isa, dan Muhammad dengan puasa senin-kamisnya. Gandhi, tokoh pergerakan India pernah berkata, ”ada 3 hal yang membuat saya dapat hidup. Kepercayaan pada Tuhan, hidup bersahaja, dan puasa.”

Banyak penelitian tentang puasa berhubungan dengan kesehatan. Seperti pada penderita gangguan ginjal misalnya. Penelitian 43 pasien gatriatri yang dirawat di poliklinik subbagian gatriatri bagian ilmu penyakit dalam Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia Ini, dilakukan untuk mengetahui pengaruh puasa Ramadhan terhadap penderita fungsi ginjal gatriatri.

Penelitian ini dilakukan dari tahun 1997 hingga tahun 1998. Pasien terdiri dari 26 pria (60,47%) dan 17 wanita (39,53%) yang berusia 60-47 tahun. Penyakit yang diderita pasien di antaranya jantung, hipertensi, stroke, diabetes melitus. Setelah riset berjalan, ternyata terjadi penurunan fungsi ginjal pada hari ke 7 hari puasa Ramadhan, dan ke 17 hari Ramadhan. Tetapi pada 28 Ramadhan terjadi fungsi ginjal bahkan antara 7-17 hari ramadhan terjadi perbaikan fungsi ginjal. Riset itu berkonklusi bahwa puasa Ramadhan tidak berbahaya bagi penderita fungsi ginjal gatriatri, bahkan lebih baik dibanding kondisi sebelum berpuasa.

Masih banyak rahasia yang tersembunyi di balik puasa. Tentang Darso, Gandhi, pasien penderita gatriatri, selanjutnya, tugas kita menyelami semua kebesaran ilahi ini.