Pernah bertanya bagaimana perasaan ayahmu ketika mengetahui ibumu mengandungmu? Mengandung anak pertama mereka? Atau pernah bertanya bagaimana perasaan ibumu?!

Ketika bertanya itu, pastikan kedua telingamu siap mendengar kata-kata yang penuh emosi; yang bisa jadi dikemas dalam bentuk gurauan khas ayah atau ibu.

Bukan hal mudah untuk mendeskripsikan sebuah perasaan. Persis halnya dengan yang dirasakan oleh ayah serta ibumu ketika dengan iseng kamu mencoba bertanya hal-hal seperti itu. Tapi coba lihat sorot matanya. Sorot mata mereka. Ada kebahagiaan di sana, yang tidak berubah sejak kamu dilahirkan hingga nanti.

Namun, harus diakui bahwa anak pertama dari sebuah keluarga, rata-rata tidak menyadari betapa mereka sangat luar biasa. Kamu mungkin salah satunya?!

Penasaran, kenapa anak pertama adalah anak yang luar biasa?!

1. Segala Sesuatu yang Pertama Selalu Ditunggu!

Segala sesuatu yang pertama, rasanya selalu menyenangkan untuk ditunggu. Benar, kan? Film yang beredar untuk pertama kali, pasti ditunggu. Gaji pertama, pasti ditunggu-tunggu dengan perasaan yang teramat istimewa. Sama. Anak pertama juga gitu!

Kamu beruntung! Kamu jadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Selamat!
Segala bentuk kekhawatiran, kebahagiaan, harapan dan doa-doa yang terbaik, menunggu tangisanmu pecah di ruang bersalin.

Ada air mata yang tumpah tanpa diminta. Semuanya menyambut kehadiranmu. Ayah tak sabar mengambilmu dari gendongan suster. Ibu, tak sabar melihat rupamu. Sehatkah kamu, sempurnakah kamu. Hei mereka menunggumu!

Sensasi menjadi seseorang yang ditunggu tidak ada duanya.  

2. Pernah Merasakan Menjadi Satu-satunya!

Mom-dad-baby

Jelas! Kamu, mendapatkan kesempatan yang saudara-saudaramu gak punya. Menjadi satu-satunya buah hati di dalam keluarga. Setidaknya, sebelum adik-adikmu lahir, kamu adalah satu-satunya bagi mereka.

Menjadi satu-satunya di dalam keluarga, sangat menyenangkan. Kamu mendapatkan tempat yang sangat besar di tengah keluarga. Di hati ayah dan ibu, posisimu mendominasi.

Setidaknya ini bertahan sampai kamu memiliki saudara.  Layaknya sesuatu yang menjadi satu-satunya, rasa sayang yang dicurahkan padamu juga penuh.

3. Dipercaya Memimpin!

Siapa pun, ingin dipercaya. Diberikan kepercayaan rasanya seperti dipercaya. Kita sama-sama tahu bahwa kepercayaan harganya sangat mahal. Kita tidak bisa menebus kepercayaan pada seseorang.

Nah, kamu, sang anak pertama, tidak perlu repot-repot memikirkan cara menebus kepercayaan. Kepercayaan akan diberikan secara bertahap padamu. Terutama nanti ketika kamu sudah memiliki saudara. Kamu akan diberi kepercayaan untuk memimpin. Menjadi ketua geng dari adik-adikmu rasanya menyenangkan.

4. Belajar Bertanggungjawab Sejak Dini

Setelah mendapatkan hak prerogative untuk menjadi pemimpin bagi saudara-saudaramu, saatnya belajar bertanggungjawab untuk itu. Apanya yang istimewa?! Apanya yang luar biasa?!

Ketika kamu membiasakan diri sejak kecil belajar hal-hal yang baik, tanpa sadar kamu tengah membangun pondasi kepribadian yang kuat. Sekarang mungkin tidak begitu dapat dirasakan, tapi tunggu beberapa tahun kemudian.

Sikap tanggungjawab yang kamu pelajari karena “terpaksa” ini akan membentukmu menjadi seorang unggul secara personality dibanding mereka yang tidak belajar. Atau mereka yang tidak terbiasa.

5. Cukup Dikenal di Kalangan Keluarga Besar

Ketika hari raya tiba, keluarga besar, yang sebagian besar bisa jadi tidak kamu kenal, akan berkumpul bersama. Jika kamu anak pertama, jangan khawatir akan menjadi seperti anak hilang. Siap-siap saja disapa seperti artis ibu kota. Dan siapkan stock senyum yang banyak.

family-gathering

Keluarga besar akan mudah mengenalimu dibanding mengenali adik-adikmu. Sekalipun kamu tidak mengenalnya, mereka mengenalimu seolah dekat. Jangan tanya kenapa karena itu seperti sudah hukum alam. Yang pertama, akan selalu menjadi yang paling mudah diingat!

6. Pendapatnya Didengarkan

Sebagai anak pertama, pendapatmu pasti lebih didengarkan daripada pendapat adik-adikmu. Orangtua menilaimu lebih dewasa dibanding adik-adikmu, itu alasannya.

Mereka, sekali waktu akan meminta pendapatmu. Berikan pendapat terbaik yang bisa kamu berikan.  Beri mereka pandangan dari sisi yang berbeda. Dengan begitu, sedikit banyak kamu telah membantu mereka.

Menjadi anak pertama, faktanya memang bukan hanya menawarkan hal-hal yang luar biasa. Tapi, kali ini, anggap saja hal di luar itu tidak ada. Abaikan dan banggalah menjadi di antara mereka!