Pernah mendengar sebutan ‘zona nyaman?’ penamaan tersebut bukanlah yang ditempatkan di jalanan atau di suatu wilayah proyek. Melainkan yang ada pada diri kita dengan kondisi tertentu. Zona nyaman merupakan keadaan saat kita merasa benar-benar nyaman, tidak ada tekanan, dan sulit beranjak ke tempat yang lebih tinggi. Zona nyaman bisa ditempatkan di beberapa kondisi, seperti dalam perusahaan yang berhubungan dengan karier atau dalam kehidupan pribadi seperti rumah tangga dan kebiasaan.

Berada dalam zona nyaman memang tidak bisa dikatakan salah, namun yang harus diingat adalah bahwa zona seperti ini merupakan jebakan hidup. Kita sering terlena dengan kondisi yang menurut kita nyaman, padahal sesungguhnya masih banyak kesempatan besar yang sayang untuk dilewatkan.

Di luar hal itu, kita juga sering merasa takut untuk bertindak dan mencoba hal-hal baru. Kita sulit untuk melakukan tindakan-tindakan yang penuh dengan risiko. Padahal jika kita mau mencobanya, kita juga pasti mampu karena kita memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal. Hanya yang menjadi permasalahannya ialah kita yang masih sulit untuk terbangun dan bergerak.

Lalu, timbul pertanyaan, apakah benar dalam zona nyaman tersebut kita sudah sepenuhnya ada dalam kondisi yang nyaman?

Untuk mengatasi semua itu, berikut beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mendobrak zona nyaman kita.

Ubah mindset

Mengubah mindset memang tidak akan mudah dilakukan. Perlu waktu yang lama serta tekad yang kuat untuk melakukannya. Namun jangan salah, justru inilah yang menjadi poin paling penting dalam langkah mendobrak zona nyaman.

Ada beberapa alasan mengapa mindset begitu penting untuk melakukan suatu perubahan. Pertama, buang jauh-jauh bahwa begadang itu hal yang buruk, selama kita bisa melakukan manfaat di balik begadang tersebut. Kedua, jika gaji dan suasana intern perusahaan cukup membuat nyaman, mengapa tidak banting setir untuk menjadi pengusaha? Ketiga, cobalah melakukan hal-hal yang menurut kita berisiko dan pada akhirnya kita akan tahu kemampuan kita, berhasil atau gagal.

Banyak hal baru di luar sana

Ketika pikiran kita terus menerus menomorsatukan zona nyaman, kita akan sulit untuk bergerak, terutama untuk bergerak kepada hal yang sifatnya baru. Pikiran kita seolah-olah dipersempit dengan berbagai pikiran buruk tentang hal baru tersebut. Namun satu yang pasti adalah kita belum mencobanya.

Dunia ini sangat luas sehingga masih banyak hal yang belum kita coba dan rasakan. Setiap tindakan dan hal baru tersebut tentu menyimpan banyak keunikan yang bisa membuat kita menjadi tertantang. Jangan takut untuk melangkah dan kikis semua ketakutan tersebut.

Belajar meninggalkan kebiasaan lama

Kita sering sekali melakukan banyak kebiasaan buruk yang sudah lama terjadi. Terkadang kebiasaan tersebut bisa menjadi batu yang kokoh untuk kita dalam mendobrak zona nyaman. Bangun siang, pergi kerja berleha-leha, belum bisa mandiri adalah sejumlah kebiasaan yang sulit kita hilangkan.

Gunakan status “married” meskipun sedang “single”

Cara ini jarang terpikir padahal sebetulnya bisa diterapkan dalam mendobrak zona nyaman. Status sebagai seorang “single” akan membuat kita lemah dalam berjuang menggapai impian dan tanggung jawab. Sementara itu, status “married” bisa membuat kita berjuang dalam hal tanggung jawab. Bayangkan saja bagaimana kita harus memberi nafkah untuk keluarga sehingga membuat kita bekerja dengan sangat keras. Jangan terlena dengan status “single” tersebut.

Ada yang harus diingat, zona nyaman tidak selamanya membuat nyaman. Terkadang semua itu harus dilepas guna memperoleh kenyamanan yang sesungguhnya.