Media di negeri ini telah nyata berlebihan memojokkan dan menghujat para pelaku poligami, seolah-olah poligami dicap sebagai perbuatan haram ataupun tercela. Di sisi lain, selingkuh dinilai sebagai perbuatan yang lebih baik daripada berpoligami.

Apa Hinanya Poligami?

Poligami bukanlah perbuatan yang hina. Tapi, bila seorang laki-laki atau suami tidak mampu melaksanakannya, lebih baik tidak berpoligami daripada nantinya menyakiti istri pertama. Ingat, para suami yang tidak mampu berpoligami harus bisa menjaga diri jangan sampai selingkuh dengan wanita lain.

Apa hinanya berpoligami? Dalam Islam, poligami adalah perbuatan halal dan suci. Sekali lagi, halal dan suci! Anda para pria yang tidak berpoligami jangan sampai membenci ajaran Islam yang membenarkan poligami. Poligami merupakan sebuah hikmah yang diberikan Allah Swt supaya manusia tidak terperosok ke dalam lubang perzinaan.

Membandingkan Poligami dan Selingkuh

Berikut ini adalah perbandingan antara poligami dan selingkuh.

  • Poligami kepanjangannya adalah “Punya Legalitas dari Agama Islam”. Selingkuh kepanjangannya adalah “Selingan Keluarga Runtuh”.
  • Poligami status hubungannya jelas yang tercatat di KUA, sedangkan selingkuh tak tercatat di KUA.
  • Poligami memiliki hak waris untuk istri dan anak-anaknya, sedangkan selingkuh tidak mendapat warisan.
  • Hanya mereka yang tidak yakin dengan Allah Swt serta ketentuan-Nya yang menghina poligami, sedangkan selingkuh dibenci oleh orang beriman maupun orang awam.
  • Dalam poligami, aktivitas bermesraan dan hubungan seksual dianggap berpahala, sedangkan selingkuh dicatat sebagai perbuatan zina, bahkan termasuk dosa besar.
  • Anak yang lahir dari hasil poligami statusnya sah dan orangtuanya jelas. Sementara itu, anak dari hasil selingkuh disebut anak haram, padahal sebenarnya terlahir suci. Justu perbuatan zina orangtuanya yang haram.
  • Pelaku poligami kemuliaan dan derajatnya tidak akan menurun. Misalnya, Aa Gym dan Parto hingga kini tetap banyak penggemarnya. Sebaliknya, perbuatan selingkuh menghancurkan kemuliaan pelakunya.
  • Dalam poligami, tidak ada alasan untuk melakukan aborsi. Dalam selingkuh, aborsi jadi satu-satunya solusi agar tak diketahui perbuatan selingkuhnya.
  • Dalam poligami, uang yang diberikan suami dicatat sebagai uang nafkah dan berpahala, sedangkan dalam selingkuh tidak.
  • Poligami bukan kewajiban yang harus dilakukan atau ditinggalkan, sedangkan selingkuh wajib ditinggalkan dan haram dilakukan.

Apa lagi ya perbedaannya? Tentu masih banyak lagi perbedaannya. Silakan Anda tambahkan sendiri. Yang pasti, poligami itu sangat aman dan tak berisiko banyak. Nabi Muhammad saw telah memberi contoh ketika beliau hanya menikah dengan Siti Khadijah. Beliau pun mencontohkan perbuatan poligami setelah Khadijah Wafat dan ini adalah sunnah beliau.

Sungguh hebat Rasulullah yang telah mencontohkan dua hal. Pertama, mencontohkan menjadi suami dengan satu istri dan menjadi suami yang poligami. Sungguh-sungguh teladan bagi umat manusia dan rahmatan lil ‘alamin.

Walaupun tidak berpoligami, Anda para pria jangan lantas membenci ajaran Islam tentang dihalalkannya poligami. Ketidaksanggupan melakukan syari’at poligami tak lantas membuat kita membenci syari’at itu, bukan?