Writer’s Block istilahnya asing sekali ya, padahal bila diterjemahkan ke bahasa sehari-hari kita, gak jauh beda dengan yang namanya mandeg hehehe.

Kalau di Barat sana, Writer’s Block itu horor dan lebay sekali. Kenapa saya bilang horor dan lebay? Ini efek saya baca definisi Writer’s Block versi Wikipedia.com. Disitus tersebut dijelaskan bahwa Writer’s Block adalah masalah, masalah yang disebabkan ketidakmampuan untuk memikirkan sesuatu yang harus ditulis, masalah karena tidak mampu menyelesaikan cerita, puisi dan lain-lain, bahkan gejala tersebut termasuk hambatan psikologis loh, Wow sampai segitunya, dan bersebab itu pula saya katakan juga lebay.

Kondisi ke-mandeg-an dalam menulis, pertama kali dijelaskan oleh seorang Psikoanalis bernama Edmund Bergler tahun 1947.

Dan sungguh mulia profesi penulis, satu-satunya profesi yang bisa block tiba-tiba, kaku beku kayak batu, terhenti, gak tahu mau menulis apa. Gak kebayang bila hambatan psikologis ini dialami oleh profesi lain. Petani misalnya, Farmer’s Block, Bapak dan Ibu Tani, tiba-tiba gak bisa menanam padi, atau gak mau menanam padi, alamat tak makan nasilah kita hari ini, atau profesi lain yang sangat ekstrim bila mereka mengalaminya, dokter yang tiba-tiba lagi proses operasi,  mengalami Doctor’s Block? Pasien yang malang bila ditangani dokter tersebut, bagaimana dengan pilot yang saat mengoperasikan pesawat, mengalami Pilot’s Block?  Atau yang paling sederhana Mother’s Block, profesi ini sangat banyak juga yang ia kerjakan, bila salahsatu saja dari kegiatannya tiba-tiba si block ini menyerang, ah gak kebayang saya, nasib kita para anak saat ini. Hehehe, tapi tenang, ketakutan itu hanya ada dalam khayalan saya saja, eh ternyata saya sendiri juga lebay yah, dan berpikiran horor pula. Okelah, back to nature, ups, kembali ke pembahasan Writer’s Block.

Sebenarnya hampir semua penulis mengalaminya, baik itu yang menjadikan menulis sebagai profesi maupun yang sekadar hobi, mari kita tabulasi gejalanya.

Tanda-tanda Writer’s Block:

  1. Kepala puyeng
  2. Nafsu makan berkurang
  3. Perut Mual dan kembung

Eh itu semua gejala Writer’s Block apa masuk angin sih ? >.<

Yang jelas, gejalanya

  1. Kepala mulai panas (kalau ini yang paling saya rasakan bila sudah mandeg tingkat badai cetar membahana khatulistiwa)
  2. Bila deadline sudah kayak dementor yang menari-nari di atas kepala kita, gejala Writer’s Block sangat jelas, kepanikan mulai melanda, keringat dingin, bawaannya mau nelen laptop, belum lagi kalau koneksi internet ngadat, galau maksimal
  3. Kemudian gejala berikutnya, semakin kita paksa menulis, semakin putus asa, hahaha putus asa akan kejelasan tulisan Anda, entah akan selesai atau tidak sesuai deadline
  4. Satu-satunya suara yang paling Anda benci bila writer’s block melanda adalah suara detik jam dinding, atau menit-menit terakhir alarm hp Anda menyala untuk memberitahukan bahwa garis mati atau deadline telah menanti. Maka, bila sudah begini, jauhkan hp dan jam dinding, karena Anda akan menyesal bila tiba-tiba hp dan jam dinding itu sudah menjadi butiran debu efek Anda lempar.
  5. Mulai muncul bayangan dan sugesti

‘Kamu gak mungkin menang lomba kompetisi blog ituuuu, udah deadline soalnya *peragakan suara bass jin biru yang bising di telinga Anda

‘Kamu bakal disembur oleh editooorrr, bhuwahahahah’ *masih ketawa seram jin biru

‘Bye bye Samsung Galaxy Tab, I-phone 6 *emang udah keluar di pasaran? :D* kamera DLSR, hadiah jalan-jalan ke Raja Ampat’  

Nah, melihat gejala dan risiko yang ada bila Writer’s Block melanda, tentu Anda tidak mau berlama-lama mengalaminya kan? Berikut beberapa ritual yang bisa Anda coba untuk mengembalikan kekuatan menulis Anda, hiyaaattt  waattttaaaw :

Satu hal yang perlu Anda ketahui, Writer’s Block itu sama dengan hilangnya ide untuk bahan yang mau Anda tulis. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah melakukan hal-hal yang mampu memunculkan ide lagi, memancing ide, merangsang ide.

  1. Anda sedang menulis apa? Saya pernah writer’s block itu ketika non stop menulis 3 artikel dalam 1 hari. Aarrggh rasanya seperti makan durian beserta biji dan kulitnya 😀 Bila sudah begitu, saya akan membuka folder Yang Mau Ditulis , di folder itu saya sudah siapkan tema atau judul tulisan, namun statusnya masih kosong, nah tulisan dan judul itu yang saya lanjutkan, , menulis pengalaman lucu, menulis resep masakan yang sudah dicoba, menulis review film yang sudah ditonton.
  2. Sejenak, tinggalkan komputer, netbuk, atau alat yang Anda gunakan untuk menulis, beralihlah dengan bercengkerama dengan keluarga, yang sudah menikah bercanda ria dengan suami/istri, yang suami/istri sudah punya anak, bermain-main dengan anak, kadang apa yang dilakukan anak dapat juga jadi sumber ide menulis kita, nah untuk penulis yang jomblo, #hihih, boleh bercanda dengan kucing tetangga :p, atau bermain dengan keponakan, atau lanjutkan level games tetris Anda #hellllooo,hari gini masih pelihara games tetris? Yang bener aja -_-“, gak apalah sekali-kali antimainstream sedikit lah 😀
  3. Masih dalam posisi menjauhkan alat-alat kepenulisan Anda, obatilah writer’s block Anda dengan melanjutkan pekerjaan rumah Anda, mengepel, mencuci, bisa juga dengan memanjakan diri seperti lulur, manicure pedicure, creambath, maskeran. Hmm, pasti menyenangkan dan menenangkan sekali.
  4. Pergilah ke dapur, buat Anda yang penulis wanita dan hobi masak, writer’s block tidak menjadikan kita seseorang yang tidak produktif, alihkan kegiatan ke sesuatu yang tetap produktif, salahsatunya dengan mencoba resep masakan terbaru.
  5. Jalan-jalan, kalau saya jalan-jalan ke toko buku, dijamin fresh lagi.  Walau terkadang suntuk juga karena tak cukup uang untuk membeli buku yang tiba-tiba diinginkan hahah
  6. Cek akun sosial. Pastikan saat Anda menulis, akun sosial di-off-kan. Nah, pada saat writer’s block melanda, mengecek akun sosial dengan membaca postingan dan status teman yang bermutu bisa dijadikan ide, tapi ingat, buat alarm sebelum Anda mengecek akun sosial, karena biasanya, penulis yang tergoda membuka akun sosial saat menulis, bisa tak jadi menulis yang ada malah stalking hehehe 😀 tapi saya serius ini, pakai alarm yah, biar gak lalai dan khilaf.
  7. Gerakkan badan Anda. Writer’s Block bisa terjadi karena terlalu banyak duduk dan berada diposisi sama berjam-jam, sehingga menyebabkna aliran darah tidak lancar, asupan oksigen ke otak via darah berkurang, alhasil Anda jadi cepat lelah, dan otak mandeg. Maka, bila sudah begitu, gerakkan badan Anda, lakukan olahraga sederhana, lihat yang hijau-hijau di halaman, lari-lari kecil.
  8. Sleeping beauty / handsome wanna be artinya tidur sekelak.Tidur juga bisa jadi cara ampuh mengatasi writer’s block, ya bisa jadi ide yang tertahan itu muncuk di mimpi-mimpi dalam tidur Anda.
  9. Berdiskusi dengan teman dan sahabat Anda. Kadang, writer’s block juga bisa diatasi dengan mengobrol, membicarakan hal ringan dengan teman atau sahabat Anda, atau Anda bisa menceritakan bagaimana seharusnya kelanjutan tokoh dari tulisan Anda kepada teman Anda, brainstorming ide dengan teman juga hal menarik dan tidak membosankan, pastikan teman Anda ‘nyambung’ dengan yang Anda bicarakan.
  10. Menjalin silaturahim. Ada hal unik yang disampaikan oleh Gol A Gong, pemilik Rumah Dunia, belilah buah, pergi ke rumah sakit, datangi pasien yang tidak sedang dikunjungi keluarganya, lalu akan mengalir berbagai cerita. Dijamin gak writer’s block lagi hehehe, banjir ide.
  11. Makan, Guru Fisika waktu saya Aliyah dulu pernah bilang, kalian kalau pusing, berarti kalian kurang gizi. Kemungkinan writer’s block karena belum makan. Pun waspada juga antara makan dengan ngemil, beda tipis ini. Terkadang juga membawa cemilan di area Anda merampungkan tulisan, akan membawa Anda pada pilihan untuk menyelesaikan cemilan baru kemudian menyelesaikan tulisan.
  12. Menonton koleksi film di folder ‘movie’ Anda atau mendengarkan musik kesukaan pun mampu mencairkan mental writer’s block Anda.

 

Diantara banyaknya solusi mengatasi writer’s block, tentu Anda yang paling paham diri Anda berapa lama jeda untuk bisa mulai menulis lagi. Jadi beri deadline pada diri Anda untuk tiap jeda, karena bisa efek ke pekerjaan tulisan Anda. Biasanya bila sudah kelamaan berhenti menulis bersebab jeda, akan sulit sekali untuk memulai menulis kembali. Maka, manfaatkan semangat yang menggebu disaat ide mengalir deras sederas derasnya, bila kecepatan otak Anda melebihi tangan dalam mengeksekusi ide, siapkan pula pulpen dan kertas disamping komputer atau laptop Anda.

Selamat mem-block writer’s block mental Anda. Happy writing.