Menulis bukanlah perkara yang mudah, baik itu menulis skripsi, jurnal, cerita pendek, novel, dan lain sebagainya. Agar dapat menulis dengan baik, maka dibutuhkan banyak arahan dan berdiskusi dengan sesama penulis. Untuk itu, kini semakin banyak bermunculan komunitas penulis yang bertujuan untuk berbagi ilmu tentang dunia tulisan.
Dalam komunitas penulis, kita bisa berbagi semua hal tentang kepenulisan. Kita akan mempelajari apa saja bentuk tulisan, tentang ejaan yang disempurnakan, bagaimana merangkai kata-kata bahkan tentang bagaimana cara memasuki dunia penerbitan. Sharing ilmu antara penulis senior dan penulis pemula juga sering kali terjadi. Kesulitan-kesulitan menulis bisa diatasi dengan bergabung dengan komunitas.
Setiap komunitas menulis selalu menerima kehadiran anggota-anggota baru, baik itu yang sudah senior maupun yang baru pertama kali belajar tulis-menulis. Komunitas yang lebih maju, tidak hanya diisi dengan hal belajar menulis saja. Tapi mulai merangkul anggota-anggotanya untuk bergerak lebih maju dengan menyusun beberapa agenda. Dengan kata lain komunitas akan membentuk suatu kumpulan yang terorganisir. Sehingga diskusi bisa terjadwal dan mampu mendatangkan para ahli dalam bidang menulis. Dengan begitu, ilmu akan semakin bertambah dan mendapatkan pengalaman baru.
Tidak hanya mendengarkan, dalam komunitas penulis kita juga akan berlatih untuk membuat tulisan sesuai dengan imajinasi masing-masing anggota. Setelah itu, setiap tulisan akan dibahas satu per satu dan dikomentari oleh anggota yang lain. Tujuannya bukan untuk membuat semangat menulis turun. Tapi, membuat kita tahu apa saja yang harus diperbaiki. Dengan begitu, penulis akan tahu letak kesalahan dan dapat menghasilkan karya yang lebih bagus.
Apabila komunitas semakin terorganisir, maka secara tidak langsung ada suatu keinginan untuk mengadakan suatu event,  seperti ikut merayakan bulan bahasa dengan menyumbang buku bacaan, mengadakan lomba menulis untuk anak-anak saat hari Anak Nasional, atau bahkan mulai berencana untuk menerbitkan buku komunitas. Buku tersebut bisa saja terbentuk dalam sebuah antologi cerpen, puisi, pantun, atau dongeng. Tentu saja untuk mewujudkan acara tersebut harus ada dukungan dari anggota.
Banyak penulis yang awalnya tidak memahami,  tapi malah berkiprah di dunia tulis-menulis berawal dari bergabung dengan komunitas. Dari situlah penulis belajar dan saling berbagi pengalaman. Meskipun hanya nampang di majalah dan koran, dapat digunakan oleh penulis apalagi pemula sebagai pengalaman yang menyenangkan. Dan itu adalah pengalaman awal yang harus digunakan sebagai pendobrak semangat menyelami dunia literasi.
Sekarang, sudah banyak komunitas yang siap untk mewadahi siapa saja yang tertarik dengan tulisan. Diberbagai penjuru kota juga sudah ada komunitas menulis yang memberikan saran dan kritik atas tulisan kita. Bahkan untuk yang tidak bisa bertatap muka karena berjauhan, sudah tercipta banyak komunitas menulis melalui facebook, twitter, dan sosial media yang lain. Maraknya sosial media, menjadi wadah komunitas untuk memberi ilmu positif. Sehingga tidak perlu binggung tidak bisa menghadiri diskusi apabila bepergian.
Dengan bergabung bersama komunitas penulis juga akan menambah kawan. Melalui dunia nyata dan maya kita bisa berinteraksi secara bebas. Diskusi akan lebih menyenangkan jika dengan banyak orang. Bisa saja mendadak mendapatkan ide menulis karena seringnya berbagi pengalaman dengan kawan-kawan. Teman adalah aset berharga yang bisa mendukung tulisan, baik itu dari ide cerita, membangun karakter tokoh dalam cerita bahkan untuk perbaikan dari kritik dan saran. Maka, tak ada salahnya jika bergabung dengan komunitas. Banyak wawasan yang didapatkan selain dari segi tulis-menulis sendiri. Menulis lancar, ilmu organisasi dapat, teman juga lebih banyak.