SUMPAH PEMUDA

Oleh : Rohli maulana

Selasa 28 oktober 2014 adalah hari sumpah pemuda dan merupakan salah satu hari besar bagi Negara Indonesia, Hari ini bertepatan dengan hari sumpah pemuda, di sekolahku mengadakan upacara untuk memperingati hari tersebut demi menghormati jasa para pahlawan terutama para pemuda yang dulunya berjuang untuk Negara ini merebut kemerdekaan dari para penjajah.

Di rumah aku bersiap-siap untuk berangkat sekolah, menyiapkan segala sesuatunya mulai dari buku pelajaran, pulpen, pokoknya alat tulis yang lainnya, setelah itu aku memasukannya kedalam tas dan siap bergegas aku merasa hari ini semangatku berapi-api sekali untuk sekolah, mungkin terbawa euforia suasana sumpah pemuda . sebelumnya aku melihat jam terlebih dahulu dan ternyata waktu masih menunjukan pukul 06:10 WIB aku pikir meski hari ini aku semangat sekali untuk pergi ke sekolah lebih baik aku menonton TV sebentar kira sampai jam 06:30 aku berangkat, maklumlah jarak sekolah dari rumahku tidak terlalu jauh, hanya berjalan kaki juga sampai, paling Cuma 10 menit untuk sampai ke gerbang sekolah.

“Dikabarkan para pelajar SMA 1 Cikuya dan SMA 3 Cikuya terlibat tawuran, mereka saling melempar batu satu sama lain, Ada yang menggunakan gir motor yang di jadikan sebagai senjata, ada juga yang menggunakan bom bolotov, mereka terlibat tawuran di sebabkan oleh salah satu siswa dari SMA 3 Cikuya yang di palak oleh siwa SMA 1 Cikuya saat akan pulang di jalan dekat tol, korban yang dipalak tersebut memberitahukan kepada teman yang lainnya karena tidak terima tindakan tersebut, setelah beberapa jam mereka terlibat tawuran akhirnya pihak kepolisian berhasil membubarkan kejadian tersebut, karena ada salah satu warga yang melapor, dari kejadian itu beberapa siswa SMA 1 Cikuya terluka akibat terkena hantaman batu dan satu siswa dari SMA 3 Cikuya tewas akibat kepalanya terkena gir motor dan mengalami pendarahan yang parah sehingga nyawanya tidak dapat tertolong, para korban di larikan kerumah sakit terdekat sedangkan para pelajar lainnya yang dianggap sebagai profokator ditangkap oleh kepolisian untuk di selidiki lebih lanjut.”

Ah apa-apaan ini.( sambil mematikan tv )

“Mau jadi apa Negara ini kalo para pelajarnya juga sudah sering melakukan hal-hal yang menyimpang, tidak sadarkah mereka terhadap yang mereka lakukan, sangat tidak mencerminkan para pemuda dulu yang semangat untuk menyatukan antar sesama pemuda, tidak pernah ada yang di beda-bedakan tidak seperti pemuda sekarang yang banyak menimbulkan perpecahan dimana-mana.”

Akupun langsung berangkat sekolah karena waktu sudah menunjukan pukul 06:30,aku pergi kesekolah jalan kaki, meskipun di rumah ada motor tapi aku memilih tidak menggunakannya sebab jalan kaki lebih sehat dan membuat tubuh segar, selain itu dapat menghemat uang jajan.

Dijalan aku bertemu dengan berbagai anak sekolahan sama seperti aku, ada yang dari SMK,SMP, sampai SD mereka berpakaian rapi lengkap dengan segala atributnya, namun ada beberapa anak yang tidak berpakaian rapi, mereka tidak menggunakan atributnya dan yang lebih parah mereka mencoret-coret bajunya dengan tulisan nama geng, nama idola dan sebagainya, melihat itu aku langsung miris dan sekaligus merasa kesal terhadap perbuatan mereka, bukan sok rapi atau sok disiplin tapi hanya tidak enak saja melihat para pelajar seperti itu karena mereka adalah para pemuda penerus bangsa, kalau sejak muda saja mereka sudah begini apalagi nanti kedepannya mau jadi apa nasib bangsa ini, untuk belajar disiplin saja sudah sulit.

Dan akhirnya akupun sampai di sekolah, teman-temanku banyak yang sudah sampai duluan.

“hey li, apa kabar?”. Doni menyapa aku sambil bertanya.

“Baik … Eh aku sudah tidak sabar banget nih”.    

“Emangnya ada apa Li, sampe-sampe tidak sabar begitu? “.

“Ini kan hari spesial, yaitu hari besarnya untuk kita para pemuda Indonesia J”.

“oh itu tohh, kalo itu sih aku sudah tahu, maksud kamu sumpah pemuda kan??”

“iyalah apalagi, kita sebagai pemuda penerus bangsa harus bangga dengan datangnya hari ini, hari ini kan hari perjuangan para pemuda dulu untuk melawan penjajah di Negara kita Gus”.

“Iya ya, betul kamu Li,aku jadi semakin semangat nih, jadi kepengen cepet upacara trus membacakan text sumpah pemuda”

“Yupsss…”.

Setelah beberapa menit ngobrol tak terasa ternyata sudah waktunya upacara di mulai, para siswa pun berbondong-bondong menuju lapangan, Para dewan guru sudah berbaris di depan, namun para murid belum baris rapih, sampai ada guru yang harus menertibkan para siswa, ada yang sambil ngobrol, ada juga siswa yang di paksa untuk keluar kelas oleh para guru agar mengikuti upacara, yang lebih parah ada yang pura-pura sakit supaya tidak mengikuti jalannya upacara, memang pagi hari ini cuacanya sangat cerah dan terik matahari sangat terasa sampai menembus kulitu,

Aku tak tahu perasaanku seperti apa melihat kejadian tadi, aku merasa kok mereka tidak ada semangat sama sekali untuk mengikuti upacara, padahal ini untuk memperingati jasa para senior mereka yang dulu sama muda nya seperti sekarang, sangat miris karena tidak ada rasa penghormatan atau penghargaan bagi para pemuda dulu yang sudah berjuang.

Upacara pun dimulai, tura sudah berkeliling untuk memeriksa setiap barisan agar rapi, MC sudah mulai berbicara dan semua muridpun mengikuti jalannya upacara.

“eh don apaan tuh di kerah baju kamu?”. Toni manggil doni.

“ apaan emang..? gk ada apa-apa juga,,,!

“itu ada dasinya .. hehehehe “.

Toni tidak memperhatikan jalannya upacara dan malah ngajak bercanda Doni.

“ sst liat deh sepatu si haris baru loh,, “ kata toni yang mulai membuat kegaduhan lagi.

 

Aku pun kesal terhadap toni yang dari tadi selalu bercanda, sehingga membuat aku terpaksa membentak dan memarahi Toni untuk memperhatikan jalannya upacara, tapi yang terjadi malah sebaliknya aku membuat suasana upacara makin tidak karuan sehingga peserta lain tidak konsen mengikuti jalannya upacara, suara gaduh dimana-dimana termasuk kelas yang lainnya juga, ada yang becanda cengengesan tidak jelas ada yang injak-injak sepatu antar teman dan terlihat juga ada salah satu guru yang turun kembali ke kelapangan untuk menertibkan para siswa. Semua itu sangat memprihatinkan sekali, ternyata selama ini semangat para penerus bangsa sudah tidak tercermin lagi, rasa hormat sudah tidak ada, dan yang lebih parah lagi mereka tidak tahu makna dari upacara sumpah pemuda tersebut, sungguh sangat jauh sekali dengan apa yang di cita-citakan para pemuda dulu yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi.

Dari kejadian itu aku merasa sudah gagal menjadi seorang pemuda penerus bangsa yang baik, karena aku sendiri tidak bisa mengajak kepada teman-temanku untuk tidak melakukan kegaduhan dalam upacara tersebut tapi malah aku sendiri yang membuat kegaduhan dengan membentak temanku sendiri, seharusnya aku upacara saja dengan khidmat agar aku sendiri bisa memberikan contoh kepada yang lain.

Dibalik itu semua aku banyak mengambil pelajaran hari ini, jika ingin mengajak orang lain dalam kebaikan lakukan dahulu oleh diri sendiri toh nanti lama kelamaan mereka juga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak, dan aku juga berharap semoga para pemuda bangsa Indonesia bisa mengerti akan pentingnya menghormati jasa para pahlawan dulu agar kehidupan bangsa ini kedepannya sejahtera dengan di penuhi rasa kebersamaan para pemuda Indonesia yang bersatu, karena bangsa yang baik tercermin pada jiwa-jiwa para pemuda yang sekarang ada .

SEKIAN