Tanaman hias memang terlihat cantik karena itulah banyak pecinta tanaman yang ingin memilikinya. Tanaman ini memang dilihat dari fisiknya sangat menarik dan mencuri perhatian, tetapi jangan melihat sesuatu itu hanya dari fisiknya karena bisa saja menipu atau seperti wajah bertopeng yang sulit diketahui apakah wajah di balik topeng itu bagus atau tidak.

Wanita-wanita cantik pasti menjadi banyak rebutan para pria dan pasti semua pria ingin memilikinya. Tapi tunggu dulu, “don’t judge a book by its cover” atau artinya jangan menilai seseorang hanya dari fisiknya saja. Cantik fisik belum tentu cantik juga hatinya. Jadi, berhati-hatilah.

Sama halnya dengan tanaman hias yang terlihat indah dan cantik, tetapi belum tentu isinya juga bagus, karena ada juga lho tanaman jenis ini yang beracun sehingga membahayakan manusia.

Tanaman apa itu?

Oleander, Bunga Jepun yang Beracun!

Oleander Itu Bunga Jepun yang Beracun

Bagi para ibu rumah tangga ataupun wanita penggemar tanaman hias, Anda wajib tahu bahwa ada tanaman-tanaman yang dijadikan hiasan yang sebenarnya beracun. Berhati-hatilah memeliharanya dan jangan sampai anak Anda memainkannya atau jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Inilah dia tanaman cantik tetapi beracun yang harus diwaspadai, bunga oleander, bunga jepun atau bunga mentega (nerium oleander).

Sudah puluhan tahun oleander dibudididayakan menjadi tanaman atau bunga hias, baik itu di halaman rumah sampai di taman-taman kota seperti yang banyak terlihat di Kota Bandung ataupun di pinggir-pinggir jalan.

Tanaman dari Portugal dan Maroko ini memiliki bentuk unik seperti semak-semak yang evergreen shrub sehingga banyak diminati. Tidak mengherankan, di pekarangan, sudut-sudut rumah, dan di taman kota, tanaman yang bunganya berwarna merah ini tumbuh sebagai hiasan.

Tapi sayang seribu sayang, oleander ternyata mengandung racun.

Paling Beracun di Dunia

Oleander Paling Beracun di Dunia

Selama ini kita tidak sadar bahwa sebenarnya tanaman hias itu umumnya mengandung racun, tak hanya tanaman oleander.

Bedanya, jika tanaman lain bisanya hanya mengandung racun di bagian tertentu seperti getah atau bunga, oleander ternyata mengandung racun di setiap bagian tubuhnya.

Bahkan, ada yang mengatakan bahwa oleander itu termasuk salah satu tanaman yang paling beracun di seluruh dunia, karena di dalamnya mengandung komponen-komponen racun yang cukup banyak.

Racun-racun tersebut bisa sampai menyebabkan kematian, terutama jika menyerang anak-anak, karena setelah diteliti tingkat keracunan dari bunga oleander ini sangat-sangat ekstrem. Walaupun begitu, dari kasus-kasus yang ada, hanya ada sedikit kasus keracunan oleander yang sampai menyebabkan kematian.

Adapun racun paling mematikan dari bunga oleander ini adalah nerrine dan oleandrin yang berkaitan dengan glikosid jantung. Racun-racun ini ada di semua bagian tanaman, tetapi paling banyak berkumpul di bagian getah yang berwarna putih mirip seperti susu.

Bila mengenai kulit manusia, getah beracun ini akan menyumbat reseptor luar kulit, sehingga kulit menjadi mati rasa atau kebas.

Selain itu, banyak juga yang menyatakan bahwa tanaman ini mengandung sejumlah senyawa berbahaya yang belum diteliti dan belum diketahui secara pasti. Lalu, pada bagian kayu oleander, terkandung rosagenin yang berefek mirip seperti strychnine.

Intinya, semua bagian tanaman oleander yang mengandung racun tersebut bisa menyebabkan reaksi negatif, baik pada manusia ataupun hewan.

Tanaman ini pun berkemampuan untuk menyimpan racunnya walaupun dikeringkan dan diyakini sekitar 10 sampai 20 lembar daun yang dimakan orang dewasa akan mengakibatkan reaksi mengerikan. Ya, bisa dibayangkan sangat mengerikannya karena selembar daun yang dimakan oleh anak kecil atau bayi, sudah bisa menjadi senjata mematikan.

Berdasarkan data yang didapat dari Toxic Exposure Surveillance System (TESS), diketahui pada 2002, di Amerika Serikat, ada sekitar 800 lebih orang yang keracunan karena oleander.

Beda lagi dengan kasus yang terjadi di India Selatan, ada banyak laporan berkaitan dengan aksi bunuh diri dengan cara memakan biji bunga oleander.

Efek Keracunannya Lengkap, Dari Diare Sampai Kematian!

Efek Keracunan Oleander Bisa Berakibat Nyeri Perut Sampai Kematian

Laporan yang mengarah pada kasus-kasus keracuan akibat tanaman oleander ini secara spesifik belum ditemukan di Indonesia. Tapi mungkin saja ada kasus yang terjadi, tetapi tak dilaporkan karena bisa saja ketidaktahuan si korban, kurangnya perhatian akan potensi bahaya dari racun oleander, sampai karena salah deteksi.

Berdasarkan sebuah riset di Amerika Serikat, kasus keracunan tanaman oleander ini sebagian besar terjadi saat bagian tertentu dari tanaman tersebut masuk ke sistem pencernaan.

Reaksinya ada dua, yaitu mengakibatkan efek jantung serta gastrointestinal yang berhubungan sistem pencernaan lambung dengan bagian usus.

1. Menyebabkan Efek Gastrointestinal

Efek dari gastrointestinal ini adalah perasaan ingin muntah, mual, nyeri perut, air liur keluar berlebihan, serta diare yang diiringi pendarahan. Walaupun begitu, kasus keracunan oleander di Amerika Serikat didominasi pada hewan seperti kuda dengan gejala sakit perut.

2. Menyebabkan Efek Jantung

Untuk reaksi yang berkaitan dengan organ jantung ini biasanya seperti detak jantung di bawah normal, denyut jantung tidak teratur, jantung bertegub tak karuan, tak beraturan, serta tanpa adanya irama spesifik.

Pada kasus yang lebih ekstrem, bahkan bisa mengakibatkan si penderita kedinginan dan pucat sebab sirkulasi darah rendah atau tak beraturan.

3. Mempengaruhi Sistem Saraf Pusat

Reaksi dari keracunan oleander pun bisa berpengaruh pada sistem saraf pusat dengan gejala seperti otot gemetar, rasa kantuk yang berlebihan, pusing, sampai pingsan yang berujung pada kematian.  

Getah oleander dapat menyebabkan pula peradangan di mata, iritasi kulit, serta reaksi alergi dengan tanda adanya dermatitis atau radang infeksi kulit.

Perawatan Medis yang Harus Dilakukan

Lakukan Perawatan Medis untuk Mengatasi Keracunan Oleander

Reaksi keracunan dari tanaman oleander ini berlangsung cepat sekali, sehingga dibutuhkan juga perawatan medis yang cepat terhadap korban, baik itu pada hewan apalagi manusia.

Stimulus untuk muntah dan rangsangan lain yang berkaitan dengan lambung merupakan cara pencegahan untuk meminimalisir penyerapan kandungan racun di dalam sistem pencernaan.

Nah, arang bisa dimanfaatkan untuk membantu menyerap sisa kandungan racun tersebut, sedangkan dalam kasus-kasus lainnya, diperlukan juga penanganan medis sesuai dengan tingkat keparahannya.

Jadi, berhati-hatilah dengan tanaman hias yang satu ini ya!